Lokasi: Properti >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi S2-S3 di BIB 2026
Properti76 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag,Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ia menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/gesui7wll.html
Artikel Terkait
Putin Genjot Produksi Drone, Kekuatan Militer Iran Menguat
PropertiRusia memperluas kawasan industri Alabuga hingga mencapai 340 hektar dalam satu tahun terakhir, memicu kekhawatiran baru terkait peningkatan kemampuan serangan udara melalui produksi drone kamikaze. Pabrik drone yang berada di Zona Ekonomi Khusus Alabuga diketahui menjadi pusat utama produksi drone kamikaze bergaya Shahed yang selama ini digunakan Moskow....
【Properti】
Baca SelengkapnyaPenumpang KRL Nyeri Tulang Usai Terjatuh ke Rel Manggarai
PropertiSeorang penumpang perempuan terjatuh ke jalur 3 Stasiun Gambir karena peron yang padat pada Rabu (13/5/2026) pukul 17. 10 WIB....
【Properti】
Baca SelengkapnyaTampang Taufik Gembel, Begal Sadis Palmerah Ditangkap
PropertiTaufik alias Gembel ditangkap polisi setelah terlibat aksi kejahatan bersama tiga rekannya yang masih buron pada Senin (4/5/2026) pukul 02. 25 WIB....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Trump Tolak Tawaran Iran, Sebut Gencatan Senjata Sekarat
Brimob Tangkap 5 Pemuda Pelaku Balap Liar Jakarta Timur
Pemuda Tewas di Biliar Jakbar Saat Lindungi Pacar
Polda Metro Tangkap Penadah Ribuan Motor Selundupan
Profil Nico Paz, Wonderkid Argentina Incaran Piala Dunia 2026
Libur Panjang, Wisatawan Bali Ajak Kerabat ke TMII
Tautan Sahabat
- Ogah Pisah, Eza Gionino Curiga Ada Pihak Pengaruhi Eca Banding
- Frislly Herlind Kesurupan di Danau Terkutuk Korea Selatan
- Sinopsis 402 Rumah Sakit Angker, Tayang 9 Juli 2026
- Polisi Buka Suara soal Ansy Jan De Vries Dibegal
- Rieke Diah Pitaloka Kritik Perlindungan Korban Kasus ART
- Sinopsis Film Dua Nafas Syakir Daulay Tayang 2 Juli 2026
- Ranty Maria dan Rayn Wijaya Akui Tak Tunda Momongan
- Eza Gionino Akui Canggung Bertemu Meiza Usai Pisah Agustus
- Pengacara Bantah Okin Punya Utang ke Rachel Vennya
- BGN Evaluasi SPPG Gagal Capai Target 3B Penerima Manfaat