Lokasi: Teknologi >>
Mahasiswa Internasional UNAND Melonjak, Capai 1.590 Orang
Teknologi22 Dilihat
RingkasanSebanyak 1. 590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-andalas-unand-iu.jpg)
Sebanyak 1.590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia. Para pendaftar berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, hingga kawasan lainnya.
Pendaftar terbanyak berasal dari Nigeria sebanyak 255 orang, disusul Afghanistan sebanyak 236 orang, dan Yaman sebanyak 126 orang. Selain itu, terdapat pula pendaftar dari Sudan, Bangladesh, Timor Leste, Gambia, Madagaskar, Rwanda, Ethiopia, Malawi, Mesir, India, Thailand, Tanzania, Sudan Selatan, Ghana, hingga Sierra Leone.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima. Dari total 1.590 pendaftar, sebanyak 97 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan saat ini tengah mengikuti tahap wawancara. "Mahasiswa internasional membawa perspektif, budaya, dan pengalaman yang beragam. Kehadiran mereka akan memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring global," demikian pernyataan resmi dari pihak penyelenggara.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/gespgndpr.html
Artikel Terkait
Prediksi Arsenal vs Burnley: The Gunners Jaga Puncak Klasemen
TeknologiArsenal hanya berjarak dua poin dari Manchester City di puncak klasemen setelah tim asuhan Pep Guardiola menang telak atas Crystal Palace. Meski sempat mengalami penurunan performa dengan hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan antara akhir Maret hingga pertengahan April, tim asuhan Mikel Arteta sukses meraih empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir, termasuk tiga laga beruntun tanpa kebobolan....
Baca SelengkapnyaOperasi Sindoor Ubah Dinamika Konflik India-Pakistan
TeknologiIndia meluncurkan Operasi Sindoor yang menyerang sembilan target terkait Lashkar-e-Taiba (LeT) dan Jaish-e-Mohammed (JeM), termasuk markas LeT di Muridke dan kompleks JeM di Bahawalpur, demikian dikutip dari National Interest pada Kamis (14/5/2026). Pakistan saat itu menolak argumen tersebut dan menilai dampak utama Operasi Sindoor bukan hanya kerusakan fisik terhadap target militan, melainkan perubahan perhitungan biaya politik dan militer terkait terorisme lintas batas....
Baca SelengkapnyaOmar Daniel Bangga Jadi Tulang Punggung Keluarga
TeknologiOmar menganggap pengalaman menjadi tulang punggung keluarga sebagai salah satu hal paling membanggakan dalam hidupnya. Momen saat dirinya mampu bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga menjadi pengalaman yang sangat berarti baginya....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- 41 Jenis Hantavirus, Virus Andes di Kapal Pesiar dan Indonesia
- Iran Tolak Tuntutan AS, Balas Tanggapan Washington Terbaru
- Transfer Minyak Rahasia Dekat Malaysia Diduga Jalur Iran-China
- Trump Sebut Gencatan Senjata Kritis, Iran Siap Hadapi Segala Risiko
- Persis Solo di Ujung Tanduk: 2 Skenario Selamat dari Degradasi
- AS Desak Iran Penuhi 5 Tuntutan Baru, Uranium Jadi Taruhan
Artikel Terbaru
Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru Selat Hormuz
China Gelar Jamuan Mewah untuk Donald Trump
Serangan Drone Dekati Infrastruktur Nuklir UEA, Alarm Konflik Baru
Wali Kota Arcadia Mengaku Bersalah sebagai Agen China
Al Nassr Santai, Al Hilal Tegang Ditinggal Inzaghi
Elite Bisnis AS Ikut Trump Temui Xi Jinping
Tautan Sahabat
- Kabareskrim Polri Janji Tindak Tegas Anggota Narkoba
- DPR Bongkar Oligopoli Pencekik Sineas Indie
- BPK Tegaskan Kewenangan Hitung Kerugian Negara
- Peringatan Cuaca 6 Ibu Kota Jawa, Hujan Ringan di Semarang
- Pengacara Sesalkan Tuntutan Ringan 3 Oknum TNI Pembunuh
- 7 Teks Amanat Harkitnas 2026 Inspiratif Penuh Makna
- Ucapan Kenaikan Yesus Kristus 2026 Lengkap Sejarah Makna
- Jaksa KPK Hadirkan 5 Saksi Sidang Suap Bea Cukai
- Masyarakat Diajak Salurkan Kurban Tepat Sasaran di 3T
- 3 Oknum TNI Terdakwa Pembunuhan Tak Mampu Bayar Rp 5,8 Miliar