Lokasi: Teknologi >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Teknologi2382 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/g0ws52r92.html
Artikel Terkait
13 Negara Terdampak Hantavirus Kapal Pesiar, F-35 Kirim SOS
TeknologiPenumpang kapal dari sedikitnya 13 negara kini dipantau untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. WHO melalui Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan ancaman kesehatan masyarakat akibat wabah tersebut masih tergolong rendah....
Baca SelengkapnyaOperasi Udara Israel Targetkan Pemimpin Tertinggi Hamas
TeknologiSerangan udara Israel menghantam kawasan al-Rimal, Kota Gaza, pada Jumat (15/5/2026), menargetkan sebuah bangunan apartemen dan sebuah kendaraan di dekat lokasi. Layanan darurat Gaza melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka akibat insiden tersebut....
Baca SelengkapnyaOmar Daniel Bangga Jadi Tulang Punggung Keluarga
TeknologiOmar menganggap pengalaman menjadi tulang punggung keluarga sebagai salah satu hal paling membanggakan dalam hidupnya. Momen saat dirinya mampu bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga menjadi pengalaman yang sangat berarti baginya....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur, Ini Spesifikasinya
- Gedung Parlemen Filipina Diberondong Tembakan
- PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
- AS Siapkan Operasi Sledgehammer, Ancaman Perang Iran Menguat
- Baterai Maju Tapi Konsumsi Daya Masih Boros
- Mesir Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi, UEA, Kuwait
Artikel Terbaru
Offroader Kalteng Borong 5 Podium di Kejurnas Seri 2
Mesir Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi, UEA, Kuwait
Iran-China Perkuat Koordinasi Politik di Tengah Dinamika AS
Menlu Singapura Dukung RI Hadapi Krisis Energi
2 Sejarah Man City di Piala FA: Semenyo dan Guardiola
Gencatan Senjata Diperpanjang, Israel dan Hezbollah Saling Serang
Tautan Sahabat
- Leo/Daniel Lolos Perempat Final Thailand Open 2026
- Kunlavut dan Chen Yufei incar back to back Thailand Open
- Dhinda Hadapi Ratchanok Usai Lolos Malaysia Masters
- Jakarta Garuda Hadapi Jalur Neraka di AVC Champions League 2026
- Usyk Siapkan Strategi Khusus Hadapi Gaya Kickboxer Verhoeven
- Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Akhir Penantian Indonesia
- Ducati Konfirmasi Tak Cari Pengganti Marc Marquez
- Thalita/Dhinda Raih Kemenangan Perdana Thailand Open 2026
- Alex Marquez Operasi, Absen MotoGP Catalunya 2026?
- Apriyani/Lanny Bidik Gelar Malaysia Masters 2026 Usai Thailand Open