Lokasi: Teknologi >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Teknologi47121 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/g028625fc.html
Artikel Terkait
Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Akhir Penantian Indonesia
TeknologiLeo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi aktor utama kontingen Indonesia dengan mempersembahkan gelar juara ganda putra. Leo/Daniel tampil ciamik saat mengakhiri perlawanan musuhnya dalam dua gim langsung di final....
Baca SelengkapnyaTrading Smartphone Jadi Tren Baru di Asia Tenggara
TeknologiJumlah akun investasi di Asia Tenggara melonjak signifikan seiring meningkatnya adopsi internet seluler dan literasi keuangan di kalangan generasi muda. Menurut Vietnam Securities Depository and Clearing Corporation (VSDC), pertumbuhan penggunaan ponsel pintar didorong oleh harga perangkat yang semakin terjangkau....
Baca SelengkapnyaESG Batu Bara: Laporan Hijau Bentrok Fakta Lapangan
TeknologiPraktik keberlanjutan di sektor pertambangan Indonesia dinilai masih setengah hati karena hanya berfokus pada emisi operasional, tanpa menyentuh rantai pasok hingga dampak sosial di sekitar area tambang. Isu krusial ini mengemuka dalam workshop media bertajuk "Mengawal ESG dan Transisi Energi di Sektor Pertambangan" yang digelar Yayasan Bicara Data Indonesia (YBDI) dan Katadata Green di Jakarta, Rabu (13/5/2026)....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Persaingan Degradasi Liga Spanyol Makin Panas, Sevilla Terancam
- Mentan Amran Titip Harga Minyak Goreng Stabil Jelang Iduladha
- Libur Panjang, Arus Ferry Merak-Bakauheni Padat
- Pemerintah Targetkan Desa Bebas Pinjol Lewat Koperasi Merah Putih
- Iran Siapkan Tarif Baru di Selat Hormuz untuk Kapal Asing
- Legalisasi Rokok Ilegal Berisiko Cederai Penegakan Hukum
Artikel Terbaru
Mal Terbesar Asia di Iran Kalahkan China Jadi Nomor Satu Dunia
Rupiah Jeblok, Pengusaha Tercekik, PHK Massal Mengancam
Lesu Akibat Industri Nikel Melambat, Ekonomi Warga Tertekan
Minyak Iran Rp 900 Miliar Laku di BPA Fair
Wabah Ebola Kongo-Uganda Ditetapkan sebagai Darurat
MSCI Coret Antam, Fundamental Bisnis Tetap Solid
Tautan Sahabat
- Pernyataan Prabowo soal Dolar Dinilai Menyesatkan dan Menggelikan
- ESG Batu Bara: Laporan Hijau Bentrok Fakta Lapangan
- Rupiah Anjlok ke Rp 17.735, Tertekan FOMO Valas
- Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Korea Terus Meningkat
- Kemenperin dan LPEI Dorong Ekspor Rendang Payakumbuh
- Emas Antam Stagnan di Rp2.839.000 per Gram Hari Ini
- TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk Hubungkan Indonesia-Papua Nugini
- Arsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka
- Prabowo: Ketahanan Pangan Kunci Kelangsungan Negara
- Bahlil Dorong Kesetaraan dan Percepat Izin di Migas