Lokasi: Gaya Hidup >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Gaya Hidup46871 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/fzzo6pyby.html
Artikel Terkait
Tasya Farasya Cerai, Takut Dampak Mental Anak
Gaya HidupMajelis hakim menyampaikan putusan tersebut secara online melalui e-court. Tasya Farasya mengaku takut anak-anaknya menanggung beban untuk memilih antara ibu dan ayahnya....
Baca SelengkapnyaDemo Massa Desak Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Mundur
Gaya HidupSekitar 600 orang peserta aksi Gerakan 215 mendatangi Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat serta membawa mobil komando. Setibanya di lokasi, massa beristirahat dan melaksanakan salat sebelum melanjutkan orasi politik di depan kantor gubernur....
Baca SelengkapnyaKeluarga Sebut Badut Pembunuh Mertua Eksploitasi Anak
Gaya HidupSri Wahyuni (36) dan SA (52) menjadi korban penganiayaan di rumah kontrakan Dusun Sumbertempur RT02/01, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten. Keluarga korban mengaku sangat terpukul atas kepergian Sri Wahyuni yang dikenal sebagai perempuan pekerja keras dan tulang punggung keluarga....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- VAR Digunakan di 273 Laga Liga 2 Championship 2025/26
- Arjuna Sapi Kurban Prabowo Mandi Air Hangat Garam
- Prakiraan Cuaca Sumatra 21 Mei 2026, Mayoritas Hujan Ringan
- Desa Kemudo Klaten Raih Penghargaan Ekonomi Hijau BRILiaN
- Setengah Langit - Idgitaf Ft Dere: Kunci Gitar Bahagia
- Letjen Richard Tampubolon Tinjau Rekonstruksi Pascabencana Tapteng-Tapsel
Artikel Terbaru
Wagub Erwan Ingatkan Bobotoh Larangan Masuk Lapangan
Minta Maaf ke Prabowo, Anggota DPRD Jember Ngaku Khilaf
Pria di Surabaya Lecehkan Gadis Saat Nonton Festival
Prakiraan Cuaca Banyumas: Hujan Ringan Kamis Ini
IBC Sebut Mobil Nasional Wujud Hilirisasi EV End to End
Wanita Tewas di Serang Ternyata Korban Pembunuhan Pelaku
Tautan Sahabat
- Israel Bangun Markas IDF di Bekas Kantor PBB Yerusalem
- Senat AS Tolak Rencana Trump Remodel Ballroom Putih
- Netanyahu Murka pada Menteri yang Siksa Relawan Flotilla
- Aktivis GSF: Penderitaan Palestina Jauh Lebih Besar dari Tahanan
- IRGC Iran Bocorkan Serangan ke AS Pakai Satelit China
- Menlu Singapura dan Sugiono Bahas Krisis Energi di Jakarta
- AS Hentikan Penjualan Senjata Rp247 Triliun ke Taiwan
- Nyamuk Wolbitos Senjata Brasil Lawan Demam Berdarah
- Pipa Gas Power of Siberia 2 Rusia-China Sepanjang 2.600 Km
- Trump Spam 20 Konten AI Serang Musuh Termasuk Iran