Lokasi: Pendidikan >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Pendidikan687 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/f10d3dpjt.html
Artikel Terkait
Drone Hizbullah Buat Tentara Israel Frustrasi dan Ketakutan
PendidikanMiliter Israel menggambarkan rasa ketidakberdayaan di antara tentara pendudukan yang ditempatkan di Palestina utara yang diduduki. Meskipun operasi militer Israel sedang berlangsung di Lebanon selatan, solusi yang saat ini ditawarkan oleh IOF dinilai tidak efektif....
Baca SelengkapnyaHipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
PendidikanPeningkatan kasus penyakit jantung pada anak muda menjadi alarm serius bagi Indonesia. Para ahli medis mengungkapkan lonjakan ini berkaitan erat dengan buruknya pola hidup masyarakat modern saat ini....
Baca SelengkapnyaRadiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
PendidikanTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Digiland Run 2026 Hadirkan Half Marathon 21K Ramah Lingkungan
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Kunci Gitar Breathless Krisdayanti: Cara Kau Membuatku Tak Bernapas
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Artikel Terbaru
Heru Tulus Relawan iNews TV Ditahan Tentara Israel
Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Mourinho Buka Suara soal Masa Depan, Kembali ke Madrid
Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
Tautan Sahabat
- Trading Smartphone Jadi Tren Baru di Asia Tenggara
- Minyak Iran Rp 900 Miliar Laku di BPA Fair
- Promo Alfamart, Indomaret, Superindo 13 Mei: Minyak Fortune Rp42.800
- Rupiah Tembus Rp17.500, Harga Pangan-Elektronik-Obat Melonjak
- ESG Batu Bara: Laporan Hijau Bentrok Fakta Lapangan
- BRImo Dorong Ekonomi Solo hingga Lereng Merbabu
- Prabowo Dorong Industrialisasi, Kemenperin Target Indonesia Produsen
- Pedagang Jaksel Ogah Jual Minyakita karena Mahal dan Langka
- Kemenperin dan LPEI Dorong Ekspor Rendang Payakumbuh
- Agen BRILink BUMDes Kemudo Jaga Dompet Warga dan Cegah Penipuan