Lokasi: Kuliner >>

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 142

Kuliner58 Dilihat

RingkasanBuku Bahasa Indonesia Kelas 9 halaman 142 Kurikulum Merdeka karya Yeti Islamawati dan Maman yang diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021 memuat latihan mengidentifikasi unsur tokoh dan latar dalam legenda. Latihan ini merupakan bagian dari Bab 4: Meneladani Pesan Moral dalam Legenda yang bertujuan membantu siswa memahami materi yang sedang dipelajari....

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 142

Buku Bahasa Indonesia Kelas 9 halaman 142 Kurikulum Merdeka karya Yeti Islamawati dan Maman yang diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021 memuat latihan mengidentifikasi unsur tokoh dan latar dalam legenda. Latihan ini merupakan bagian dari Bab 4: Meneladani Pesan Moral dalam Legenda yang bertujuan membantu siswa memahami materi yang sedang dipelajari.

Siswa diminta menyimak legenda terlebih dahulu, kemudian mengidentifikasi unsur tokoh dan latar menggunakan tabel yang telah disediakan. Beberapa bukti kutipan dari teks legenda antara lain: “Raja Sadik memimpin bersama istrinya, Ratu Gumira. Mereka sangat dicintai rakyat karena kebijaksanaan dan kebaikan hatinya.” Kutipan lain menyebutkan “Ratu Gumira menenangkannya seraya menyampaikan bahwa itu hanya mimpi semata.” serta “Ratu Gumira melahirkan seorang putra tampan yang diberi nama Pangeran Aditya.”

Latihan ini dirancang untuk memudahkan pekerjaan siswa dalam mengidentifikasi tokoh-tokoh seperti Raja Sadik, Ratu Gumira, dan Pangeran Aditya, serta latar tempat dan suasana yang tergambar dalam cerita legenda tersebut.

Tags:

Artikel Terkait

  • PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok

    Kuliner

    Indonesia resmi mengoperasikan SPKLU atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ke-5. 000 yang menandai kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di tanah air....

    Kuliner

    Baca Selengkapnya
  • Praperadilan Air Keras Andrie Yunus Uji Negara Cegah Impunitas

    Kuliner

    Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyebut praperadilan yang diajukan Andrie Yunus menjadi ujian penting bagi komitmen negara dalam menjamin keadilan serta mencegah kesewenang-wenangan aparat penegak hukum. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan harus memastikan bahwa aparat tidak dapat secara sewenang-wenang menunda, membiarkan, ataupun mengaburkan proses penyidikan dalam perkara serangan....

    Kuliner

    Baca Selengkapnya
  • Wamen Minta Kampus Berbenah, Bukan Menyalahkan Pihak Lain

    Kuliner

    Fauzan menegaskan perguruan tinggi tidak boleh terus-menerus menyalahkan pihak lain atau merasa menjadi korban kebijakan pemerintah karena sikap tersebut justru menghambat transformasi pendidikan tinggi. "Kita harus membuang jauh-jauh apa yang disebut dengan blaming mentality, yakni mental yang selalu menyalahkan orang lain tanpa berusaha untuk memperbaiki kondisi internal kita," kata Fauzan saat membuka seminar nasional tentang pendidikan di Kantor PB PGRI, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026)....

    Kuliner

    Baca Selengkapnya