Lokasi: Travel >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Travel84 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/epee52glm.html
Artikel Terkait
Hillstate Yakin Penuh Megawati, Cedera Bukan Masalah
TravelMegawati Hangestri kembali membela Red Sparks di Liga Voli Korea musim 2025/2026 setelah melalui serangkaian pemeriksaan kondisi fisik dan cedera lutut yang sempat meragukan banyak pihak. Hillstate meminta pemain Timnas Indonesia itu melewati beberapa tahapan tes medis untuk memastikan kesiapannya, meskipun sang pelatih menilai kekhawatiran terhadap cedera tersebut terlalu dilebih-lebihkan berdasarkan hasil tes yang sudah dipegangnya....
【Travel】
Baca SelengkapnyaPrakiraan Cuaca Banyumas 18 Mei 2026, Lima Kecamatan Diguyur Hujan
TravelLima kecamatan di Kabupaten Banyumas diprediksi mengalami hujan ringan pada hari ini, yaitu Gumelar, Pekuncen, Sumbang, Baturraden, dan Kedungbanteng. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mengimbau masyarakat di wilayah tersebut untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan genangan air atau tanah longsor....
【Travel】
Baca SelengkapnyaAditya Halindra Bupati Mirip Partai Disorot Mobil Dinas
TravelPara tamu undangan langsung tertawa mendengar candaan Presiden Prabowo Subianto soal nama yang mirip dengan partainya. "Halindra, Gerindra, nama yang mirip....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Borneo FC Tertahan 0-0 vs Persijap, Asa Juara Meredup
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat Besok
- Pembakaran Ponpes Lampung Dipicu Kembalinya Pimpinan Asusila
- Sultanah Hadie, Wakil Ketua DPRD Morowali Pendobrak Stigma
- Kode Redeem FF 10 Mei 2026, Klaim Bundle & Emote Eksklusif
- TNI Perbaiki Rumah Reot Sandi Sekuriti Cilegon
Artikel Terbaru
Leo/Daniel Lolos Perempat Final Thailand Open 2026
Cuaca Malang dan Batu Besok, Hujan Siang-Malam
Kecelakaan Lalu Lintas Picu Konflik Wamena, Warga Mengungsi
Jokowi Yoga di Solo Jelang Safari Keliling Indonesia Juni
WhatsApp Plus Kini Tersedia di iPhone, Mulai Rp14 Ribuan
Ramalan Weton Rabu Pahing 20 Mei 2026: Jodoh & Rezeki
Tautan Sahabat
- Intelijen AS: 90% Fasilitas Rudal Iran Masih Beroperasi
- NATO Rapat Darurat Bahas Stok Senjata Habis Akibat Perang Iran
- Survei NYT: Simpati Warga AS ke Palestina Kalahkan Israel
- Polisi Jepang Tangkap Dua Penyusup Kandang Monyet Viral
- Konflik Israel-Palestina: Dua Wartawan Indonesia Diculik
- Jepang Selidiki Warganya Terkait Prostitusi Anak di Indonesia
- 5.000 WNI Bekerja di Perusahaan Konstruksi Chitose, Hokkaido
- Donasi Orangutan Indonesia-Jepang Tembus Rp1,1 Miliar
- Iran Akui Ekonomi Lumpuh Akibat Perang, Infrastruktur Hancur
- NGO Protes Rencana Pengangkutan CO2 Jepang ke Indonesia