Lokasi: Olahraga >>
Indonesia-Malaysia Berpeluang Jadi Pusat Pendidikan Pascasarjana Asia
Olahraga714 Dilihat
RingkasanYudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/World-Post-Graduate-Expo.jpg)
Yudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen. Ini peluang ASEAN, khususnya Indonesia dan Malaysia," ujar Yudi dalam pernyataannya. Menurut Yudi, saat ini terjadi pergeseran besar dalam peta pendidikan tinggi global, di mana Asia mulai menggeser dominasi Barat dalam sektor pendidikan dan riset. "Perguruan tinggi berada di perubahan yang besar. Asia mulai menggeser dominasi Barat," jelasnya.
Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih posisi ke-9 dunia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings. "Ini membuktikan perguruan tinggi kita tidak hanya mengejar angka, tetapi juga dampak," kata Yudi. Prestasi ini menunjukkan kemampuan perguruan tinggi Indonesia bersaing di level global.
"Kolaborasi RI-Malaysia dalam memajukan peradaban. Kedua negara bukan sekadar berkembang, tapi serumpun," ujar Yudi. Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Asia sebagai pusat pendidikan dan riset dunia yang baru.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/efmf8exrl.html
Sebelumnya: BYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
Berikutnya: 5 Pemain Naturalisasi Timnas Incaran Piala Asia 2027
Artikel Terkait
Brandon Salim Bahagia Arsenal Juara Premier League
OlahragaArsenal resmi memastikan diri menjadi juara Premier League setelah Manchester City hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth. Hasil tersebut membuat skuad asuhan Mikel Arteta tak lagi terkejar di puncak klasemen dan mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun sejak terakhir kali menjadi kampiun pada musim 2003/2004....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaPPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
OlahragaLatihan Dasar Kepemimpinan (LDK) 5. 0 yang digelar oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman sukses mempertemukan puluhan mahasiswa Indonesia dari berbagai kota di Jerman....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaIran Siap Gugat AS-Israel ke Pengadilan Internasional
OlahragaIran mencatat setidaknya 149 bangunan bersejarah dan museum di 20 provinsi yang rusak akibat serangan, kata Kazem Gharibabadi. Wakil Menteri tersebut menegaskan pihaknya akan mendokumentasikan dan menindaklanjuti serangan terhadap warisan budaya ini dalam kerangka tanggung jawab internasional....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kasus Hantavirus di Kalbar, Pasien Sakit Bawaan Meninggal
- Siklus 9 Tahun Hubungan Trump-Xi: Mesra KTT Lalu Perang Tarif
- Trump Murka Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Peringatkan Konsekuensi
- Ratusan Warga Irlandia Protes Kematian Pria Kongo
- Ayu Ting Ting Minta Doa untuk Pria di Bioskop
- Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru Selat Hormuz
Artikel Terbaru
Polisi Ungkap Cekcok di Kamar Sebelum Pembunuhan di Kebumen
Intelijen AS: Iran Kebut Produksi Drone Tempur Diam-Diam
Isu Prabowo Mundur Jadi Taruhan di Polymarket
Rusia Tuduh Ukraina Siapkan Serangan Drone dari Baltik
Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge
Indonesia Kecam Dewan Keamanan PBB yang Mandul
Tautan Sahabat
- Raffi Ahmad Berangkat Haji, Amy Qanita Syukur
- Aurel Eks JKT48 Menangis Gugup Perankan Karakter Era 1946
- Raffi Ahmad Biayai Pertemuan Ressa dan Aisha di Singapura
- Bastian Steel Targetkan Nikahi Sitha Marino Tahun Depan
- Aldi Taher Minta Maaf ke Dewi Perssik soal Klaim Anak
- Alyssa Daguise Syak Peluk Baby Soso, Tanya Ini Nyata?
- Fatih Unru Ragu Akting Usai Sang Ayah Meninggal
- Ammar Zoni Dikawal Dua Kubu Pengacara ke Nusakambangan
- Ibunda Virgoun Tanggapi Kehamilan Lindi Fitriyana
- Erin Eks Andre Taulany Minta Temui Rieke soal Kasus ART