Lokasi: Gaya Hidup >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Gaya Hidup47691 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ef50disyr.html
Artikel Terkait
Thalita Petik Pelajaran Usai Kalah Rubber dari Ratchanok
Gaya HidupThalita gagal melangkah ke perempatfinal, tetapi ia tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera. Thalita mengakui kualitas permainan Ratchanok yang dinilainya sebagai salah satu pemain terbaik....
Baca SelengkapnyaHarga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
Gaya HidupHarga Dexlite saat ini mencapai Rp 26. 000 per liter dan Pertamina Dex sebesar Rp 27....
Baca SelengkapnyaToyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
Gaya HidupErnando menilai insentif kendaraan listrik merupakan langkah positif dari pemerintah untuk mendorong perkembangan pasar otomotif di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat dihubungi Tribunnews....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Terjemahan Lirik All Too Well Taylor Swift: Lost in Translation
- Insentif EV Baru Jaga Momentum Transisi Kendaraan Listrik
- Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
- BYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024
- Pre-Order MacBook Neo Indonesia Dibuka 15 Mei 2026
- Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
Artikel Terbaru
Ricuh Laga PSM vs Persib: Pemain Aman, Terjebak di Ruang Ganti
BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
Insentif EV Baru Jaga Momentum Transisi Kendaraan Listrik
Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
Laga Persis vs Persita Tanpa Penonton, Degradasi Ditentukan
Umar Abdullah Juara 2 Lamborghini Super Trofeo Eropa 2026
Tautan Sahabat
- Super League 2026/2027: 16 Tim Pasti, Persis vs Madura United Berebut Satu
- La Familia Gugat Messi, Inter Miami Kena Imbas
- Chelsea Gantungkan Tiket Liga Eropa ke Manchester United
- Juventus Butuh Bantuan Tiga Tim untuk Lolos Liga Champions
- Persija Pecahkan Rekor Poin, Pelatih Beri Komentar
- Inter Milan dan PSG Juara, Man City Tekuk Arsenal
- Mourinho Sepakat Kembali ke Real Madrid, Bereskan Kekacauan
- Aston Villa Pastikan Tiket Liga Champions, Liverpool Terancam
- Anggota DPR Bantah Garudayaksa FC Promosi karena Prabowo
- 2 Bek Arsenal Diragukan Tampil di Perburuan Gelar Liga