Lokasi: Travel >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Travel5 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/dvedcep38.html
Artikel Terkait
Jorge Jesus Tinggalkan Al Nassr, Ronaldo Dapat Pelatih Baru?
TravelJorge Jesus dikabarkan merasa siklus kariernya di Al Nassr telah berakhir dan siap hengkang pada akhir musim ini. Jika pelatih berusia 71 tahun itu benar-benar pergi, Cristiano Ronaldo dan rekan setimnya berpotensi kembali memiliki pelatih baru di tengah ambisi klub untuk terus mendominasi sepak bola Arab Saudi....
【Travel】
Baca SelengkapnyaLansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Traveldr Agus mengungkapkan kebiasaan kurang gerak pada lansia justru bisa memicu masalah serius seperti kekakuan otot dan sendi. Hal ini disampaikannya dalam Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health pada Senin (18/5/2026)....
【Travel】
Baca SelengkapnyaPsikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
TravelKorban kekerasan seksual berisiko mengalami gangguan mental hingga menjadi pelaku di masa depan jika luka psikologis tidak ditangani dengan baik, ujar dr Johan dalam podcast Momspiration yang tayang langsung di YouTube Tribunnews dan Tribun Health pada Senin (11/5/2026). Masyarakat sering kali hanya fokus pada proses hukum, padahal pemulihan psikologis korban sama pentingnya, jelas dr Johan....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Toyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
- BPJS Kesehatan Perluas Cathlab untuk Pasien Jantung
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
- Kronologi Pelajar Jogja Tewas Ditusuk Klitih Dini Hari
- Fluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
Artikel Terbaru
Setengah Langit - Idgitaf Ft Dere: Kunci Gitar Bahagia
Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
WHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
Boikot Suporter Inter Miami, La Familia Hentikan Dukungan Messi
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
Tautan Sahabat
- Jateng-Jatim Waspada Hujan Sangat Lebat Kamis 21 Mei 2026
- Desa Kemudo Klaten Raih Penghargaan Ekonomi Hijau BRILiaN
- Eks Kasat Narkoba Kutai Barat Diborgol ke Rutan Bareskrim
- Pemkab Dogiyai Temukan Kebocoran Anggaran Rp 3,7 Miliar
- Bripka Abu Bakar Tertangkap Pesta Narkoba di Buru
- Listrik Padam Massal di Sumatera, Ini Daftar Wilayah Terdampak
- KKB Yahukimo Bunuh 8 Penambang, Kabur dari Lapas 2025
- Yohanes 3 Kali Peralat Anggota Ambil Paket Narkoba
- Polisi di Ternate Disomasi Calon Istri Ganti Rugi Rp400 Juta
- MPR Evaluasi Sistem Penjurian Lomba Empat Pilar Kalbar