Lokasi: Travel >>
Daftar Lokasi Ujian Mandiri Bela Negara UPN Jogja 2026
Travel621 Dilihat
RingkasanUPN "Veteran" Yogyakarta membuka seleksi mandiri 2026 dengan sistem ujian yang diperluas ke 37 kota di seluruh Indonesia. UPN "Veteran" Yogyakarta menyelenggarakan seleksi ini sebagai jalur penerimaan mahasiswa baru melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/upn-veteran-yogyakarta.jpg)
UPN "Veteran" Yogyakarta membuka seleksi mandiri 2026 dengan sistem ujian yang diperluas ke 37 kota di seluruh Indonesia. UPN "Veteran" Yogyakarta menyelenggarakan seleksi ini sebagai jalur penerimaan mahasiswa baru melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN "Veteran" Yogyakarta, Machya Astuti Dewi, menyampaikan bahwa perluasan lokasi ujian merupakan komitmen kampus dalam menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia. "Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri daerah dari Sumatera hingga Papua untuk bergabung dengan Kampus," ujar Machya Astuti Dewi. Kebijakan ini menjadi langkah strategis kampus untuk memperluas akses pendidikan tinggi tanpa membebani peserta dengan jarak perjalanan yang jauh ke Yogyakarta.
Pelaksanaan ujian Seleksi Mandiri 2026 dibagi menjadi dua skema berdasarkan lokasi. Ujian di luar Yogyakarta akan dilaksanakan lebih awal pada 18 Juni 2026 secara serentak di seluruh lokasi dengan metode Paper Based Test (PBT). Terdapat perbedaan metode dan jadwal pelaksanaan antara pusat ujian di Yogyakarta dengan lokasi ujian di luar Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/dusnb8tru.html
Artikel Terkait
Elite Bisnis AS Ikut Trump Temui Xi Jinping
TravelSekitar 17 CEO dan tokoh Wall Street bergabung dalam delegasi tersebut. Media AS bahkan menyebut rombongan itu lebih mirip “daftar calon anggota Mar-a-Lago” dibanding delegasi diplomatik resmi....
【Travel】
Baca SelengkapnyaPsikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
TravelKorban kekerasan seksual berisiko mengalami gangguan mental hingga menjadi pelaku di masa depan jika luka psikologis tidak ditangani dengan baik, ujar dr Johan dalam podcast Momspiration yang tayang langsung di YouTube Tribunnews dan Tribun Health pada Senin (11/5/2026). Masyarakat sering kali hanya fokus pada proses hukum, padahal pemulihan psikologis korban sama pentingnya, jelas dr Johan....
【Travel】
Baca SelengkapnyaEl Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
TravelKetua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Darmawan B Setyanto, memperingatkan bahwa partikel PM2....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- 10 Tim Basket SMA Berebut Tiket Asia Pasifik di Singapura
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Veda Pratama Finis P4 di Moto3 Prancis 2026
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
Artikel Terbaru
Spotify Kembalikan Logo Lama Setelah Banjir Kritik
Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Garmin Luncurkan Forerunner 70 dan 170, Ini Harganya
Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
Tautan Sahabat
- Komnas HAM Panggil Menag soal Izin Ponpes Pati
- KPK Periksa 8 Saksi di Bangkalan Terkait Dana Hibah Jatim
- ULD Terbatas, Akses Pendidikan Disabilitas Belum Inklusif
- Menkes Budi Dilaporkan ke Polda Metro soal Gelar Palsu
- Amnesty Kritik BoP dan Respons Pasif Indonesia soal Israel
- Gus Miftah: Judi Online, Bullying, Kekerasan Seksual Jangan Dianggap Sepele
- Ramalan Weton Sabtu Kliwon 23 Mei 2026: Rezeki & Jodoh
- 3 Penyebab Daging Kurban Tidak Halal
- Refleksi Reformasi 98, Pemerintah Diminta Perkuat Ekonomi Nasional
- BPK Diabaikan, Romli Pertanyakan Jaksa dan Hakim Hitung Kerugian Negara