Lokasi: Teknologi >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Teknologi2817 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/dusaycsk8.html
Artikel Terkait
Ibunda As'ad Aras Akui Firasat Buruk Sebelum Penangkapan
TeknologiEmpat WNI jurnalis dan lima aktivis ditangkap Israel dalam insiden di perairan internasional pada Senin (18/5/2026). Satu dari aktivis yang ditahan adalah As'ad Aras Muhammad asal Sinjai, Sulawesi Selatan, bersama rekannya Hendro Prasetyo, setelah kapal kemanusiaan Kasr-1 yang mereka tumpangi diinterogasi dalam misi menuju Gaza....
Baca SelengkapnyaProbo Kawal Program Strategis Prabowo dengan Hukum Adil
TeknologiOrganisasi pendukung Prabowo telah berkembang secara nasional sejak November 2024 melalui dukungan relawan dari 11 provinsi. Langkah ini menandai percepatan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa yang diproyeksikan menjadi motor penggerak utama kemandirian nasional....
Baca SelengkapnyaJokowi Keliling Indonesia: Blusukan Biasa atau Politik?
TeknologiAdi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia sekaligus akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menilai rencana yang tengah bergulir memiliki dinamika politik tersendiri. Menurut Adi, secara normatif harus diakui bahwa salah satu diferensiasi politik yang ada menimbulkan tafsir-tafsir yang terus berembus kencang, termasuk soal peran Jokowi....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Febby Carol Ungkap Kondisi Lindi Usai Operasi Sesar
- Menlu Sugiono: Bajak Laut Somalia Hubungi Sandera WNI
- Pelatihan Vokasi Batch 2 Gratis Dibuka 19 Mei 2026
- 50 Ucapan Ultah Romantis & Lucu untuk Pacar
- Kontraktor Rugi Rp1,2 Miliar Akibat Proyek Fiktif Kopdes
- Kemlu: Korsel Mitra Strategis Jangka Panjang, dari KF-21 hingga AI
Artikel Terbaru
BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
Kejati Jakarta Tahan 3 Tersangka Pemerasan Proyek PU
Purbaya Bawa Daftar Manipulator Harga Ekspor Sawit ke Istana
Sunnah Kurban: Panduan Lengkap Penyembelihan hingga Pembagian
50 Bakat Muda Digembleng Legenda Timnas di Jakarta
Presiden Hadiri Paripurna DPR, PDIP Sebut Situasi Khusus
Tautan Sahabat
- NATO Rapat Darurat Bahas Stok Senjata Habis Akibat Perang Iran
- Iran Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Kapal AS
- Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen
- Rekor 274 Pendaki Taklukkan Puncak Everest dalam Sehari
- AS Hentikan Penjualan Senjata Rp247 Triliun ke Taiwan
- Netanyahu Sebut Mojtaba Hidup, Akui AS-Israel Keliru Prediksi Selat Hormuz
- 13 Negara Terdampak Hantavirus Kapal Pesiar, F-35 Kirim SOS
- Rusia Tuduh AS Ingin Kuasai Energi Global Lewat Trump
- AS Desak Iran Penuhi 5 Tuntutan Baru, Uranium Jadi Taruhan
- Operasi Sindoor Ubah Dinamika Konflik India-Pakistan