Lokasi: Bisnis >>
Guru di 3T NTB Kawal SPMB 2026 Bebas Pungli
Bisnis75649 Dilihat
RingkasanKepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi, menegaskan seluruh satuan pendidikan wajib memastikan pelaksanaan kebijakan penerimaan siswa baru sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui kebijakan itu, pengawasan internal diminta diperkuat agar seluruh panitia memahami dan menjalankan aturan secara tepat....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PENDIDIKAN-Saat-ini-Yayasan-Bina-Bangsa-mengelola-20-sekolah-di-Kalteng.jpg)
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi, menegaskan seluruh satuan pendidikan wajib memastikan pelaksanaan kebijakan penerimaan siswa baru sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui kebijakan itu, pengawasan internal diminta diperkuat agar seluruh panitia memahami dan menjalankan aturan secara tepat.
Kepala SDN 1 Puncak Jeringo, Kabupaten Lombok Timur, Agus Setiawan, menyatakan sekolahnya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut SPMB tahun ini. "Alhamdulillah, sekolah kami sudah siap melaksanakan SPMB tahun ini. Kami telah mengadakan rapat bersama seluruh rekan guru, membentuk kepanitiaan, membagi tugas masing-masing, serta menyepakati teknis pelaksanaan dan strategi promosi untuk meningkatkan jumlah peserta didik baru tahun ini," ujarnya.
Agus mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait rencana pembukaan layanan PAUD. "Saya sudah dua kali melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, karena insya Allah tahun ini sekolah kami berencana mulai membuka jenjang PAUD Satu Atap di lingkungan sekolah. Hal ini menjadi langkah dan harapan besar bagi kami untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih lengkap dan berkelanjutan," tuturnya. Untuk meningkatkan jumlah peserta didik baru, sekolah juga melakukan sosialisasi secara langsung maupun melalui media sosial.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/drfru0enx.html
Artikel Terkait
Prakiraan Cuaca Sulsel 19 Mei 2026: Mayoritas Hujan
BisnisBMKG memprakirakan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan berpotensi mengalami hujan sedang pada Senin (18/5/2026) pukul 18. 03 Wita....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPemerintah Kumpulkan Raksasa Sawit-Nikel Bahas Danantara
BisnisMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merinci agenda utama pertemuan dengan asosiasi pengusaha yang difokuskan pada pemberian peta jalan regulasi komoditas strategis. Pemerintah berupaya menyamakan persepsi dengan dunia usaha sebelum instrumen baru tersebut diaktifkan secara menyeluruh....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaIHSG Anjlok 2 Persen ke Level 5.969
BisnisIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada pukul 09. 02 WIB, sudah terjun 2,05 persen atau 125,25 poin ke level 5....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Juicy Luicy Rilis 'Gurun Hujan', Lagu Rindu Tak Pasti
- Medela Potentia Bagikan Dividen Rp176 Miliar di RUPST
- WN Australia Luke Thomas Ditunjuk Jadi Dirut BUMN DSI
- Penguatan Konektivitas Dagang Indonesia-ASEAN-China
- Toyota Zenix Hybrid Fleet Rilis 2027, Fitur Diturunkan
- PaDi Dioptimalkan, BUMN Perkebunan Perkuat Ekosistem UMKM
Artikel Terbaru
Kasat Resnarkoba Polres Kukar Tersangka Peredaran Etomidate
Prabowo Targetkan Pendapatan Negara 12,40 Persen PDB 2027
IHSG Anjlok 2 Persen Lebih, Tinggalkan Level 6.600
Purbaya: Harga Minyak Sulit Turun, Pemerintah Beri Insentif EV
Deep Talk Ridho Rhoma, Pesan Sang Raja Dangdut
Kenaikan Komisi Marketplace Disorot DPR Bebani UMKM
Tautan Sahabat
- PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
- BPJS Kesehatan Perluas Cathlab untuk Pasien Jantung
- El Nino Godzilla Picu Diare dan Heat Stroke pada Anak
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Berbahaya Picu Stroke
- WHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- IDAI: Suplemen Bukan Tameng Utama Anak Hadapi El Nino
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik