Lokasi: Travel >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Travel455 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/dn752jp75.html
Artikel Terkait
Mesir Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi, UEA, Kuwait
TravelMedia Israel melaporkan pengerahan sistem pertahanan udara Ammon oleh Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk memperkuat kemampuan negara-negara Teluk menghadapi ancaman rudal jelajah dan drone. Sistem Ammon menggabungkan rudal permukaan-ke-udara, meriam anti-pesawat, jaringan radar, dan sistem pengendalian tembakan modern....
【Travel】
Baca SelengkapnyaEza Gionino Bingung Status Istri Sah Tapi Pisah Agama
TravelEza Gionino mengaku bingung setelah menjalani proses hukum panjang di Pengadilan Agama Cibinong karena adanya perbedaan status pernikahan dari sisi hukum negara dan agama. Kebingungan itu muncul setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan sebelumnya sehingga gugatan cerai yang diajukan Eca tidak dikabulkan dan keduanya masih tercatat sebagai pasangan suami-istri sah secara hukum negara....
【Travel】
Baca SelengkapnyaDewi Perssik Tak Mau Damai dengan Pelaku Pencatutan Nama
TravelDewi Perssik mengaku kelelahan karena namanya berulang kali disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab. "Soalnya aku udah kesal, nggak ada damai kayaknya ini," ucap mantan istri Aldi Taher tersebut....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- PSG Rayakan Gelar Ligue 1 Sebelum Laga Kandang
- Sarwendah Dituding Ritual di Gunung Kawi, Kuasa Hukum Bicara
- Kuasa Hukum Bantah Sarwendah Ritual Pesugihan di Gunung Kawi
- Eza Gionino Kekeh Tak Cerai, Masih Suami Meiza Sah
- Pemerintah Meksiko Batalkan Ubah Kalender Sekolah Saat Piala Dunia
- Siti Badriah Comeback, 'Bikin Candu' Jadi Anthem Dangdut 2026
Artikel Terbaru
Kecelakaan Kerja di Shiga Jepang Tertinggi, 13 WNI Jadi Korban
Ayu Ting Ting Buka Suara soal Pria di Bioskop
Kuasa Hukum Sebut Itikad Insanul Fahmi di Kasus Mawa
Jadwal TV Minggu: Youth Doctor JAK TV, Rumpi TRANS TV
Jepang Sorot Manipulasi AI Global dengan Situs Berita Palsu
Dewi Perssik Tak Mau Damai dengan Pelaku Pencatutan Nama
Tautan Sahabat
- Trump Minta Bantuan Xi Jinping Bujuk Iran
- India Larang Rakyat Beli Emas Selama Setahun
- Kebakaran Hutan Landa Afrika-Asia, El Nino Perparah Bencana
- Mesir Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi, UEA, Kuwait
- Trump Tolak Tawaran Iran, Sebut Gencatan Senjata Sekarat
- Wabah Ebola Kongo-Uganda Ditetapkan sebagai Darurat
- Rusia Hujani Ukraina dengan 3.170 Drone dalam Sepekan
- Vinyl Bangkitkan Kembali Kenikmatan Musik di Era Digital
- Konflik Israel-Palestina: Dua Wartawan Indonesia Diculik
- Wabah Hantavirus MV Hondius: 22 Awak Karantina di Inggris