Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
Pendidikan196 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-345345435R4W3.jpg)
SPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi,Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi. Setiap calon murid baru wajib memahami ketentuan dan persyaratan sesuai jalur yang dipilih.
Pada Jalur Prestasi Akademik, jika jumlah calon murid baru melebihi daya tampung, seleksi dilakukan berdasarkan urutan langkah tertentu. Sementara itu, pada Jalur Prestasi Nonakademik, prosedur seleksi serupa diterapkan apabila pendaftar melebihi kapasitas. Sisa kuota yang tidak terpenuhi pada Jalur Prestasi akan dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Jalur Afirmasi menyediakan kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung, termasuk kuota khusus untuk anak penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, Jalur Domisili memiliki kuota 35 persen dari daya tampung. Wilayah prioritas PMB ditentukan berdasarkan domisili calon murid baru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/d6usisbeh.html
Artikel Terkait
Iran Sambut Diplomasi China-Pakistan di Tengah Konflik
PendidikanPakistan telah menjalankan fungsi mediator secara profesional di tengah situasi geopolitik yang terus memanas, demikian pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani. Menurutnya, keterlibatan Islamabad menunjukkan pentingnya kerja sama negara-negara regional dalam menyelesaikan konflik tanpa campur tangan pihak luar....
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
PendidikanDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
PendidikanDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Raim Laode: Bahagialah Kamu dengan Duniamu Chord
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
Artikel Terbaru
Garmin Luncurkan Forerunner 70 dan 170, Ini Harganya
9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Iran-China Perkuat Koordinasi Politik di Tengah Dinamika AS
Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
Tautan Sahabat
- Kisah Ratidjo Bangun Jejamuran, Kapok Miskin Kini Punya 2,5 Hektare Jamur
- Jamu Mbok Moncer Desa BRILiaN Klaten Tembus Pasar Luar Daerah
- TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk Hubungkan Indonesia-Papua Nugini
- Rini Bawa Bawang Goreng Desa Tembus Pasar Global
- Rupiah Melemah Bukan Strategi Negara Maju, Kata Rhenald
- IHSG Anjlok 1,43%, Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar
- Pemerintah Didorong Cari Solusi Regulasi Rokok
- IHSG Anjlok 2 Persen Lebih, Tinggalkan Level 6.600
- Pemerintah Wajibkan Ekspor SDA Lewat BUMN
- KAI Jual 504 Ribu Tiket Long Weekend, Yogyakarta Favorit