Lokasi: Travel >>
Beasiswa Doktoral Unpad 2026 Dibuka, Ini Syaratnya
Travel811 Dilihat
RingkasanUniversitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Program Beasiswa BPDP 2026 hingga 13 Juli 2026 bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral dengan pembiayaan penuh. Program ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang akademik dan riset, di mana peserta akan mendapatkan dana pendidikan serta riset selama maksimal tiga tahun dengan pendampingan dari promotor unggul Unpad....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/suasana-di-kampus-unpad-jatinangor-sumedang-kamis-2632020.jpg)
Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Program Beasiswa BPDP 2026 hingga 13 Juli 2026 bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral dengan pembiayaan penuh. Program ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang akademik dan riset, di mana peserta akan mendapatkan dana pendidikan serta riset selama maksimal tiga tahun dengan pendampingan dari promotor unggul Unpad.
Program beasiswa ini ditujukan bagi lulusan S2 berprestasi yang memiliki motivasi akademik tinggi dan potensi penelitian yang kuat. Peserta yang lolos seleksi akan memperoleh sejumlah fasilitas pembiayaan, sehingga mahasiswa diharapkan dapat fokus menyelesaikan studi doktoral tepat waktu dan menghasilkan riset berkualitas. Beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi calon pendaftar antara lain: Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA), serta memiliki sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran (PIP Unpad) dengan nilai minimal 525 yang masih berlaku.
Sebagai alternatif, calon pendaftar juga dapat menggunakan sertifikat Tes Potensi Akademik (TPA) dari institusi penyelenggara resmi lainnya yang diakui Unpad, seperti PLTI Himpsi, UGM, UNAIR, UI, atau BAPPENAS. Dengan dukungan pembiayaan penuh dan bimbingan dari para promotor unggul, program BPDP diharapkan dapat mencetak doktor-doktor berkualitas yang siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset di Indonesia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/cu2wi4uqd.html
Artikel Terkait
Marc Marquez Menangis, Luka Mandalika Harus Dioperasi Lagi
TravelMarc Marquez mengaku bertarung melawan rasa sakit luar biasa akibat masalah saraf yang membuatnya kehilangan kestabilan saat membalap. Momen emosional itu terungkap setelah insiden highside yang dialami pembalap Ducati Lenovo itu pada sesi Sprint Race di Le Mans, Sabtu pekan lalu....
【Travel】
Baca SelengkapnyaLibur Panjang, 10 Ribu Pengunjung Padati TMII Kamis Siang
TravelSebanyak 10 ribu orang telah mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis pukul 14. 00 WIB, angka ini meningkat signifikan dibandingkan kedatangan pada pukul 10....
【Travel】
Baca SelengkapnyaPrakiraan Cuaca BMKG: Cerah di Sejumlah Wilayah Jabodetabek
TravelKepulauan Seribu diprediksi akan diselimuti awan putih pada hari ini, dengan cuaca cerah berawan dan potensi hujan intensitas ringan di beberapa wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Jabodetabek yang mencakup kondisi serupa di daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Eksperimen AI Kafe di Swedia Berakhir Kacau
- Bisnis Motor Ilegal Raup Rp 26 Miliar Pakai KTP Warga
- Warga Pasir Jaya Bogor Tewas Digigit Ular Weling
- Warga Pasir Jaya Bogor Tewas Digigit Ular Weling
- Siklus 9 Tahun Trump-Xi: Mesra KTT, Perang Tarif Kemudian
- Polda Metro Jaya Terima Laporan Dugaan Pidana Serikat Pekerja
Artikel Terbaru
Rian/Rahmat Kalah dari Unggulan Jepang di Malaysia Masters
Ibadah Kenaikan Yesus 2026 di GPIB Immanuel Jakarta
Dokter Forensik Dicecar Soal Waktu Kematian Korban
Pramono Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di HUT Jakarta
Claudio Ranieri Buka Peluang Latih Timnas Italia
3 Jambret WNA di Bundaran HI Ternyata 120 Kali Beraksi
Tautan Sahabat
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit