Lokasi: Bisnis >>

Seleksi Mandiri UNS 2026 Dibuka, Tersedia 3 Jalur

Bisnis76 Dilihat

RingkasanPembayaran biaya pendaftaran Seleksi Mandiri Universitas Sebelas Maret (UNS) dapat dilakukan melalui sejumlah bank, seperti Bank Mandiri, BTN, BNI, Bank Jateng, Bank Rakyat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Bank DKI, Bank Jatim, atau Bank Muamalat dengan menggunakan Nomor Pendaftaran Seleksi Mandiri UNS. Seleksi ini akan dilaksanakan berdasarkan hasil ujian tulis yang diselenggarakan oleh Jalur Reguler UTBK....

Seleksi Mandiri UNS 2026 Dibuka,<strong></strong> Tersedia 3 Jalur

Pembayaran biaya pendaftaran Seleksi Mandiri Universitas Sebelas Maret (UNS) dapat dilakukan melalui sejumlah bank, seperti Bank Mandiri, BTN, BNI, Bank Jateng, Bank Rakyat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Bank DKI, Bank Jatim, atau Bank Muamalat dengan menggunakan Nomor Pendaftaran Seleksi Mandiri UNS.

Seleksi ini akan dilaksanakan berdasarkan hasil ujian tulis yang diselenggarakan oleh Jalur Reguler UTBK.

Pendaftaran Seleksi Mandiri UNS disediakan bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Tags:

Artikel Terkait

  • Periklindo Desak Insentif EV Diperluas ke Kendaraan Niaga

    Bisnis

    Rencana pemerintah menggulirkan kembali insentif kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) disambut positif pelaku industri otomotif. Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) menilai kepastian insentif sangat dinantikan karena dapat mendorong penjualan sekaligus meningkatkan optimisme industri kendaraan listrik di Tanah Air....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya
  • Pendapatan Indonesia Lebih Rendah dari Kamboja, Prabowo Minta Instropeksi

    Bisnis

    Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia sebagai anggota G20 justru memiliki rasio belanja negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terendah di antara negara-negara G20 lainnya. Pernyataan ini disampaikan Prabowo pada Rabu di YouTube TV Parlemen, dengan membandingkan angka tersebut yang jauh lebih rendah dari Kamboja (15 persen) dan Filipina (21 persen)....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya
  • Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Seperti 1998

    Bisnis

    Pelemahan rupiah saat ini tidak bisa dibandingkan dengan krisis moneter 1997-1998 karena perbedaan fundamental kebijakan ekonomi dan stabilitas politik. Purbaya menegaskan bahwa sentimen negatif di pasar saat ini hanya bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi riil Indonesia....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya