Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jateng SMA 2026: Jadwal, Syarat, dan Urutan Seleksi
Kesehatan856 Dilihat
RingkasanPemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JATENG-2026-53453454.jpg)
Pemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengingatkan orang tua untuk memeriksa persyaratan secara cermat sebelum mendaftar di setiap jalur.
Setiap jalur memiliki kuota dan mekanisme seleksi berbeda. Jalur domisili menggunakan sistem zonasi berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah, sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta dari keluarga tidak mampu dengan bukti surat keterangan. Jalur prestasi menyeleksi berdasarkan capaian akademik dan non-akademik, sedangkan jalur mutasi orang tua/wali dikhususkan bagi anak yang orang tuanya pindah tugas ke Surabaya.
Calon peserta wajib menyiapkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, rapor, dan sertifikat prestasi jika mendaftar jalur prestasi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi ppdb.surabaya.go.id. Kepala Dispendik Surabaya menegaskan bahwa verifikasi dokumen akan dilakukan secara ketat untuk mencegah kecurangan, dan pelanggaran dapat berakibat diskualifikasi peserta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ciww65tgh.html
Sebelumnya: Lirik Lagu 405 Justin Bieber: Loving On Me
Berikutnya: Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge
Artikel Terkait
Lautaro Sejajar Legenda, Chivu Dua Kali Double Winner
KesehatanInter Milan meraih gelar ganda musim ini setelah mengalahkan Lazio di final Coppa Italia. Kemenangan ini membangkitkan kembali memori era keemasan Nerazzurri saat meraih treble winner di bawah asuhan José Mourinho pada 2009/2010....
Baca SelengkapnyaWuling Serah Terima 25 Unit SUV Eksion Pertama, SPK Tembus 1.000
KesehatanWuling Eksion mencatatkan lebih dari 1. 000 SPK sejak peluncuran nasional, mencerminkan respons positif masyarakat terhadap kombinasi kenyamanan, efisiensi, dan teknologi kendaraan modern....
Baca SelengkapnyaBYD Luncurkan M6 DM, MPV PHEV Irit 65 Km per Liter
KesehatanWakil Presiden BYD Co. , Ltd....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
- Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
- BYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024
- Umar Abdullah Juara 2 Lamborghini Super Trofeo Eropa 2026
- Mojang Priangan dan Akademi Persib Melaju ke All-Stars Kudus
- Toyota Pantau Rupiah, Harga Mobil Terancam Naik
Artikel Terbaru
PM Jepang Bantah Terlibat Video Serangan Politik
Wuling Serah Terima 25 Unit SUV Eksion Pertama, SPK Tembus 1.000
Schaeffler Ekspansi Baterai EV Jangkau Pasar Kalimantan
Wuling Serah Terima 25 Unit SUV Eksion Pertama, SPK Tembus 1.000
iCloud+ Dapatkan Fitur Hide My Email Lebih Praktis
Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
Tautan Sahabat
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik