Lokasi: Gaya Hidup >>
Indonesia-Malaysia Berpeluang Jadi Pusat Pendidikan Pascasarjana Asia
Gaya Hidup43381 Dilihat
RingkasanYudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/World-Post-Graduate-Expo.jpg)
Yudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen. Ini peluang ASEAN, khususnya Indonesia dan Malaysia," ujar Yudi dalam pernyataannya. Menurut Yudi, saat ini terjadi pergeseran besar dalam peta pendidikan tinggi global, di mana Asia mulai menggeser dominasi Barat dalam sektor pendidikan dan riset. "Perguruan tinggi berada di perubahan yang besar. Asia mulai menggeser dominasi Barat," jelasnya.
Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih posisi ke-9 dunia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings. "Ini membuktikan perguruan tinggi kita tidak hanya mengejar angka, tetapi juga dampak," kata Yudi. Prestasi ini menunjukkan kemampuan perguruan tinggi Indonesia bersaing di level global.
"Kolaborasi RI-Malaysia dalam memajukan peradaban. Kedua negara bukan sekadar berkembang, tapi serumpun," ujar Yudi. Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Asia sebagai pusat pendidikan dan riset dunia yang baru.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/c4eqjbpf6.html
Artikel Terkait
LG Rilis Mesin Cuci AI 20 Kg, Tipe WashTower dan Top Loading
Gaya HidupPT LG Electronics Indonesia (LG) meluncurkan koleksi mesin cuci terbaru untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia inovasi perawatan pakaian terdepan. LG WashTower dan mesin cuci top loading hadir dengan mengutamakan kepraktisan, efisiensi, dan hasil optimal....
Baca SelengkapnyaKunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
Gaya HidupTasya Kamila kembali menjadi sorotan setelah lagu lawasnya, "Say No", yang dirilis pada 4 November 2011, mendadak viral di TikTok sebagai latar konten lipsync dan video estetik. Lagu bergenre pop ceria ciptaan Cahyo "The Face" ini bercerita tentang penolakan terhadap lelaki buaya darat yang jago merayu, dan kini menjadi ekspresi percaya diri anak muda setelah 15 tahun berlalu....
Baca SelengkapnyaRaim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
Gaya HidupLagu Babak Terakhir ciptaan Raim Laode kembali populer pada 2026 setelah tren digital mengangkatnya, padahal lagu ini pertama kali dirilis pada 2022 melalui kanal YouTube Raim Laode. La Ode Raimudin yang dikenal sebagai Raim Laode adalah seniman multitalenta asal Liya Toko, Wakatobi, Sulawesi Tenggara....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Atlet Muda Dinov Siap Bertarung di YOG Dakar 2026
- Terjemahan Lirik All Too Well Taylor Swift: Lost in Translation
- Kunci Gitar Stevan Pasaribu: Lama Tak Bermalam Minggu
- Kunci Gitar Seketika Rizwan Fadilah RnBoyz Mahalini
- 131 Meninggal Akibat Ebola di Kongo, WHO Khawatir Penularan Cepat
- Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
Artikel Terbaru
Menlu Singapura Dukung Indonesia Hadapi Krisis Energi
Terjemahan Lirik Ora Urus Toton Caribo Viral di TikTok
Chord Lagu Senyumlah Andmesh dari C untuk Masalah Hidup
Kunci Gitar Pelarian Keisya Levronka Mudah Dimainkan
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Tautan Sahabat
- Menhan Sjafrie: Israel Lanjutkan Operasi Militer ke Lebanon
- DPR: Anak Butuh Ruang Digital Aman dan Sehat
- Jaksa KPK Hadirkan 5 Saksi Sidang Suap Bea Cukai
- Upacara Harkitnas 2026, Lirik Lagu Bagimu Negeri Berkumandang
- Berkas Sudewo Dilimpahkan, Bupati Pati Terancam Dua Dakwaan
- Indang Maryati Tolak Final Ulang LCC Empat Pilar
- Pemerintah Kecam Video Sujud Paksa, Berjuang Bebaskan WNI
- Prabowo Targetkan Tambahan Lapangan Kerja pada 2027
- Menkeu Gandeng Kejaksaan dan BPK Usut Manipulasi Data Ekspor
- Menkes Budi Dilaporkan ke Polda Metro soal Gelar Palsu