Lokasi: Berita >>
SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
Berita286 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-345345435R4W3.jpg)
SPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi,Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi. Setiap calon murid baru wajib memahami ketentuan dan persyaratan sesuai jalur yang dipilih.
Pada Jalur Prestasi Akademik, jika jumlah calon murid baru melebihi daya tampung, seleksi dilakukan berdasarkan urutan langkah tertentu. Sementara itu, pada Jalur Prestasi Nonakademik, prosedur seleksi serupa diterapkan apabila pendaftar melebihi kapasitas. Sisa kuota yang tidak terpenuhi pada Jalur Prestasi akan dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Jalur Afirmasi menyediakan kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung, termasuk kuota khusus untuk anak penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, Jalur Domisili memiliki kuota 35 persen dari daya tampung. Wilayah prioritas PMB ditentukan berdasarkan domisili calon murid baru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/bv2qlklo4.html
Artikel Terkait
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
BeritaPrevalensi obesitas di Indonesia meningkat signifikan berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sekitar 1 dari 4 orang dewasa atau 23,4 persen kini hidup dengan obesitas, naik dibanding tahun 2018 yang tercatat sebesar 21,3 persen....
【Berita】
Baca SelengkapnyaWaspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
BeritaDr Inke Nadia Diniyanti Lubis, Dokter spesialis anak konsultan infeksi penyakit tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami ancaman penyakit Monkey Malaria. "Saya tahu di Indonesia ini masih banyak sekali masyarakat yang belum cukup paham," ujarnya dalam media briefing virtual pada Kamis (14/5/2026)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaHantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
BeritaPenyakit akibat tikus memiliki perbedaan mendasar meskipun sama-sama ditularkan oleh hewan pengerat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- AKP Deky Diduga Minta Rp65 Juta dari Bandar Ishak
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Artikel Terbaru
Amanda Manopo Caesar, Kenny Austin: Ikuti Saja Keputusan
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
Telkom Solution Perkuat Transformasi Digital BUMN dengan AI
Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
Tautan Sahabat
- Sindikat Kampung Narkoba Samarinda Gunakan Sniper dan HT
- Mike Tyson, Sapi 1,05 Ton Bantuan Prabowo untuk Tarakan
- Prakiraan Cuaca Banyumas: Seluruh Wilayah Hujan Ringan
- Bendahara Desa Serang Bawa Kabur Dana Rp1 M
- Ayah di Bandung Sekap Anak dan Ancam Bakar Rumah
- Siswi SMAN 1 Pontianak Protes Juri LCC MPR, Ini Sosoknya
- Penjual Tempe di Pacitan Dirujuk Usai Disiram Air Keras
- Polwan Digerebek Berduaan, Polda Maluku Selidiki Kasus
- Awal Mula Kasus Pencabulan Santri Ponorogo Terbongkar
- Ayah Pengangguran di Padang Aniaya Bayi 2 Tahun