Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
Kesehatan886 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-345345435R4W3.jpg)
SPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi,Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi. Setiap calon murid baru wajib memahami ketentuan dan persyaratan sesuai jalur yang dipilih.
Pada Jalur Prestasi Akademik, jika jumlah calon murid baru melebihi daya tampung, seleksi dilakukan berdasarkan urutan langkah tertentu. Sementara itu, pada Jalur Prestasi Nonakademik, prosedur seleksi serupa diterapkan apabila pendaftar melebihi kapasitas. Sisa kuota yang tidak terpenuhi pada Jalur Prestasi akan dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Jalur Afirmasi menyediakan kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung, termasuk kuota khusus untuk anak penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, Jalur Domisili memiliki kuota 35 persen dari daya tampung. Wilayah prioritas PMB ditentukan berdasarkan domisili calon murid baru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/bmquserbx.html
Artikel Terkait
Sopir Bus Sugeng Rahayu dan Pemilik Warung Tewas
KesehatanBus Sugeng Rahayu rute Yogyakarta-Bandung menabrak warung kopi dan pagar rumah warga di Jalan Raya Wangon-Lumbir, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Dua orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk sopir bus....
Baca SelengkapnyaFluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
KesehatanPada pria, gangguan perkembangan saraf ini biasanya didiagnosis sejak masa kanak-kanak, tetapi pada wanita sering kali jauh lebih terlambat atau bahkan tidak terdiagnosis sama sekali. Salah satu alasannya adalah karena wanita lebih sering mengalami gejala kurang perhatian (inattentive), yang lebih sulit dikenali dibandingkan gejala hiperaktif....
Baca SelengkapnyaWabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
KesehatanWHO baru saja menetapkan status darurat kesehatan masyarakat global akibat merebaknya wabah Ebola di Kongo dan Uganda. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan lebih dari 300 kasus suspek bergejala berat telah terdeteksi dengan angka kematian mencapai 88 korban jiwa....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Hatchu Salma Salsabil: Terbangun Siapkan Kopi
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Kunci Gitar Hatchu Salma Salsabil: Terbangun Siapkan Kopi
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
Artikel Terbaru
BYD Luncurkan M6 DM, MPV PHEV Irit 65 Km per Liter
Pemanfaatan AI pada MRI Bantu Dokter Petakan Penyakit Kompleks
Yani Panigoro Peringatkan Bahaya TBC di Daerah Padat
WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Rico Waas Lapor Mendagri Berobat ke Luar Negeri Tanpa APBD
Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
Tautan Sahabat
- Promo JSM: Minyak Goreng Sunco 2L Rp40.500 di Alfamart
- Pelemahan Rupiah Dongkrak Ekspor Tambang dan Perkebunan
- Rupiah Merosot, Legislator PAN Minta Perry Warjiyo Mundur
- Menhub Tanggapi Sinyal Hijau Sebelum Kecelakaan Kereta
- Sengketa Hotel Sultan, Hamdan Zoelva Bicara Ambil Alih Bisnis
- Pertamina-Medco Jual Beli Gas Dukung Kilang Dumai dan Plaju
- Emas Stabil, Tembaga Dinobatkan Logam Strategis Masa Depan
- Menperin: Kawasan Industri Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- Legalisasi Rokok Ilegal Berisiko Cederai Penegakan Hukum
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP