Lokasi: Berita >>
Pendaftaran SPMB SD SMP Palembang 2026 Dibuka
Berita568 Dilihat
RingkasanSPMB Kota Palembang 2026 resmi dibuka untuk calon peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan melanjutkan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini dilaksanakan dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi agar seluruh calon murid memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-SD-dan-SMP-Kota-Palembang-2026.jpg)
SPMB Kota Palembang 2026 resmi dibuka untuk calon peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan melanjutkan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini dilaksanakan dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi agar seluruh calon murid memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan. Terdapat empat jalur penerimaan yang dapat dipilih sesuai kondisi dan latar belakang calon murid, yakni Jalur Domisili, Jalur Afirmasi, Jalur Mutasi, dan Jalur Prestasi.
Tahapan pendaftaran SPMB Kota Palembang 2026 kini telah dimulai dengan pembukaan Jalur Afirmasi untuk SD dan SMP pada 18 hingga 22 Mei 2026. Jalur ini diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Kota Palembang. Sementara itu, pendaftaran Jalur Domisili, Mutasi, dan Prestasi dijadwalkan dibuka mulai 8 Juni 2026.
Selain memahami jadwal dan jalur pendaftaran, orang tua dan calon murid juga perlu mengetahui syarat usia, dokumen administrasi, hingga tata cara pendaftaran agar proses seleksi berjalan lancar dan tidak mengalami kendala saat verifikasi data. Jalur Domisili diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di wilayah penerimaan murid baru yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Kota Palembang. Seleksi dilakukan berdasarkan kedekatan tempat tinggal dengan sekolah tujuan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/augmvmi2o.html
Artikel Terkait
Persis Solo di Ujung Tanduk: 2 Skenario Selamat dari Degradasi
BeritaPersis Solo meraih kemenangan tipis 1-0 atas Madura United pada pekan ke-33 Liga 1. Gol tunggal kemenangan Laskar Sambernyawa dicetak melalui tandukan Luka Dumancic pada menit ke-75....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPolisi Tangkap 2 Pencuri Aki Truk di Pelabuhan Tanjung Priok
BeritaPolres Jakarta Utara menangkap dua pria berinisial JA (23) dan AD (38) saat mencuri aki truk trailer di Jalan Raya Sulawesi Nomor 31, Koja, Jakarta Utara, pada Kamis (23/4/2026) pukul 22. 05 WIB....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPengunjung Ancol Sepi Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
BeritaSebanyak 27. 630 pengunjung memadati Taman Impian Jaya Ancol pada pukul 13....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Insiden Beckham Putra Dirubung Pemain Persija, Exco PSSI Angkat Bicara
- 5 Jurus Jakarta Wujudkan Kesejahteraan, Fokus Pendidikan
- Polisi Amankan 3 Pemuda Curi Kabel di Pademangan
- Pramono Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di HUT Jakarta
- Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge
- Pria Tewas Diduga Dilempar dari Lantai Dua Grogol
Artikel Terbaru
Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
Polda Metro Tangkap Empat WNA dan Satu WNI Pengedar Narkotika
LBH Minta Polda Metro Tinjau Ulang Tim Pemburu Begal
Libur Panjang, 10 Ribu Pengunjung Padati TMII Kamis Siang
OpenAI Hadirkan Fitur Keuangan Pribadi di ChatGPT
Kali Rawalumbu Bekasi Berubah Biru, DLH Lakukan Penyelidikan
Tautan Sahabat
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
- BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud
- Yani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- WHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola