Lokasi: Properti >>
Indonesia-Malaysia Berpeluang Jadi Pusat Pendidikan Pascasarjana Asia
Properti7899 Dilihat
RingkasanYudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/World-Post-Graduate-Expo.jpg)
Yudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen. Ini peluang ASEAN, khususnya Indonesia dan Malaysia," ujar Yudi dalam pernyataannya. Menurut Yudi, saat ini terjadi pergeseran besar dalam peta pendidikan tinggi global, di mana Asia mulai menggeser dominasi Barat dalam sektor pendidikan dan riset. "Perguruan tinggi berada di perubahan yang besar. Asia mulai menggeser dominasi Barat," jelasnya.
Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih posisi ke-9 dunia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings. "Ini membuktikan perguruan tinggi kita tidak hanya mengejar angka, tetapi juga dampak," kata Yudi. Prestasi ini menunjukkan kemampuan perguruan tinggi Indonesia bersaing di level global.
"Kolaborasi RI-Malaysia dalam memajukan peradaban. Kedua negara bukan sekadar berkembang, tapi serumpun," ujar Yudi. Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Asia sebagai pusat pendidikan dan riset dunia yang baru.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ade4pji43.html
Artikel Terkait
Garmin Luncurkan Forerunner 70 dan 170, Ini Harganya
PropertiGarmin resmi meluncurkan dua smartwatch terbaru, yaitu Forerunner 70 dan Forerunner 170 pada 12 Mei 2026 melalui situs resmi perusahaan. Kedua perangkat ini sama-sama mengusung layar AMOLED 1,2 inci dengan layar sentuh responsif serta desain lima tombol fisik khas Garmin....
【Properti】
Baca Selengkapnya6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
PropertiPada 16 Mei 1966, pemimpin Partai Komunis China, Mao Zedong, memulai kampanye besar-besaran untuk membersihkan negara dari pengaruh kapitalisme dan cara berpikir borjuis, sekaligus menyingkirkan para rival politiknya. Selama kampanye tersebut, para pendukung Mao menghancurkan warisan budaya serta memimpin interogasi, penghinaan, dan pemukulan terhadap guru, kaum intelektual, dan pihak-pihak yang dianggap musuh negara....
【Properti】
Baca SelengkapnyaKecelakaan Kereta dan Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang
PropertiKereta barang menabrak bus umum di perlintasan rel dekat stasiun kereta bandara, menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 35 lainnya. Insiden maut itu terjadi di salah satu persimpangan sibuk yang setiap harinya dilalui puluhan ribu kendaraan....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Inter Milan dan PSG Juara, Man City Tekuk Arsenal
- Kursi Trump Lebih Pendek dari Xi Jinping, Sengaja?
- Omar Daniel Bangga Jadi Tulang Punggung Keluarga
- Penasihat Iran Kirim Peringatan ke Trump Sebelum Lawatan ke China
- 10 Tim Basket SMA Berebut Tiket Asia Pasifik di Singapura
- Drone Hizbullah Hambat 70 Persen Serangan Israel di Lebanon
Artikel Terbaru
Roberto Martinez Latih Portugal di Piala Dunia 2026
Penembakan Masjid San Diego Diselidiki Motif Kebencian
Mesir Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi, UEA, Kuwait
Dubes Kuba Paparkan Dampak Tekanan AS ke Megawati
Ginting Tersingkir di Thailand Open 2026, Dikalahkan Musuh Bebuyutan
Pemimpin Al-Qassam Tewas, Negosiasi Gaza Terancam Gagal
Tautan Sahabat
- Trump Tunda Serangan Iran atas Permintaan Negara Teluk
- Iran Siap Gugat AS-Israel ke Pengadilan Internasional
- BMW dan Toyota Uji Masa Depan Hidrogen di Jerman-Jepang
- Menlu Singapura Dukung Indonesia Hadapi Krisis Energi
- Putin dan Xi Sepakat Lawan Segala Bentuk Bullying
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental di Ukraina
- Operasi Udara Israel Targetkan Pemimpin Tertinggi Hamas
- Jepang Selidiki Warganya Terkait Prostitusi Anak di Indonesia
- Pakistan Jadi Payung Nuklir Saudi, Ribuan Pasukan Dikerahkan
- Iran Kirim Pesan Keras ke AS di BRICS: Siap Perang dan Diplomasi