Lokasi: Gaya Hidup >>
UPI Buka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026
Gaya Hidup921 Dilihat
RingkasanUniversitas Pendidikan Indonesia (UPI) membuka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, dan keagamaan. Jalur seleksi ini bertujuan meningkatkan kualitas serta capaian prestasi mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KAMPUS-UPI-Bandung.jpg)
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) membuka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, dan keagamaan. Jalur seleksi ini bertujuan meningkatkan kualitas serta capaian prestasi mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional. Program ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki karya monumental, prestasi kompetisi tingkat provinsi hingga internasional, maupun capaian khusus seperti hafidz Al-Qur’an minimal 15 juz atau prestasi lain yang setara.
Peserta yang dapat mengikuti jalur ini merupakan lulusan SMA/MA/SMK/Paket C tahun 2023, 2024, 2025, dan 2026. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu UPI, Vanessa Gaffar, menjelaskan bahwa jalur prestasi istimewa merupakan bagian dari strategi universitas dalam menjaring talenta unggul dari berbagai bidang. "Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa bertujuan memberikan penghargaan kepada siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik dan diharapkan dapat meningkatkan keunggulan mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional," ujar Prof. Vanessa Gaffar.
UPI menyediakan berbagai program studi di Kampus Bandung maupun kampus daerah untuk peserta jalur prestasi istimewa. Namun, peserta hanya diperbolehkan memilih satu program studi yang relevan dengan prestasi yang dimiliki. Dalam proses seleksi, penilaian dilakukan melalui Tes Kecerdasan dan Motivasi Berprestasi, evaluasi portofolio sertifikat, ujian keterampilan, dan wawancara. UPI menegaskan bahwa relevansi antara prestasi peserta dengan program studi pilihan menjadi indikator dengan bobot penilaian terbesar.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/a40aa81br.html
Artikel Terkait
Desta Akui Kesal Saat Pertama Jumpa Ahmad Dhani
Gaya HidupDalam ajang pencarian bakat, Dhani bertugas sebagai juri dan interaksinya dengan Desta selalu menjadi sorotan warganet. Desta kerap menegur Dhani secara langsung dan menyampaikan protes tegas meskipun sedang disorot kamera....
Baca SelengkapnyaYani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati
Gaya HidupIndonesia menjadi negara dengan kasus Tuberkulosis terbanyak berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024. Ketua Umum Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Yani Panigoro, menceritakan perjuangan para kader PPTI dalam mendukung pemberantasan penyakit tersebut....
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Gaya HidupDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Prakiraan Cuaca Depok Besok: Pagi dan Malam Cerah
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Wuling Eksion Mulai Diniagakan di India dengan Nama Starlight 560
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Artikel Terbaru
Longsor Curug Subang, Dua Wisatawan Perempuan Ditemukan Tewas
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
Indonesia Masuk Enam Besar Dunia Kasus Zero Dose Imunisasi
Siti Badriah Comeback, 'Bikin Candu' Jadi Anthem Dangdut 2026
Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Tautan Sahabat
- Yani Panigoro Peringatkan Bahaya TBC di Daerah Padat
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Yani Panigoro Soroti Perjuangan Kader Penyembuh TBC
- IDAI Ingatkan Risiko Dehidrasi Anak di Ruang AC
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa