Lokasi: Kuliner >>

Penyalahgunaan Vape Ancam Ribuan Pekerja Industri Legal

Kuliner27877 Dilihat

RingkasanKetua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Budiyanto, menyatakan bahwa penyalahgunaan perangkat vaporizer oleh oknum dengan memasukkan zat terlarang menjadi penyebab utama persepsi negatif masyarakat terhadap industri tersebut. Ia menegaskan praktik ilegal itu bukan bagian dari ekosistem industri rokok elektronik yang sah dan telah memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen serta aktivitas usaha para pelaku industri....

Penyalahgunaan Vape Ancam Ribuan Pekerja Industri Legal

Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI),Budiyanto, menyatakan bahwa penyalahgunaan perangkat vaporizer oleh oknum dengan memasukkan zat terlarang menjadi penyebab utama persepsi negatif masyarakat terhadap industri tersebut. Ia menegaskan praktik ilegal itu bukan bagian dari ekosistem industri rokok elektronik yang sah dan telah memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen serta aktivitas usaha para pelaku industri. Budiyanto menambahkan bahwa pekerja menjadi pihak paling rentan terdampak karena penurunan aktivitas usaha langsung berimplikasi pada stabilitas pendapatan dan keberlangsungan hidup mereka.

Tekanan terhadap industri tidak hanya datang dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial. Ketua Umum Asosiasi Ritel Vape Indonesia (ARVINDO), Fachmi Kurnia Firmansyah Siregar, mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku usaha mengalami kesulitan akibat berkembangnya wacana pelarangan vaporizer. Beberapa anggota asosiasi tidak dapat melanjutkan sewa tempat usaha karena pemilik khawatir terhadap wacana tersebut, sementara yang lain terkena persekusi oleh warga sekitar karena dianggap menjual produk terlarang.

"Kami bekerja dan mencari usaha yang legal, tiba-tiba usaha kami akan diilegalkan karena perbuatan orang-orang tidak bertanggung jawab yang tidak ada kaitannya dengan kami," ujar Fachmi. APVI dan ARVINDO pun menyatakan dukungannya terhadap upaya pemberantasan penyalahgunaan vaporizer, namun Budiyanto menilai pendekatan yang terlalu general terhadap industri justru berpotensi merugikan pelaku usaha yang taat hukum dan memperburuk iklim investasi.

Tags:

Artikel Terkait