Lokasi: Gaya Hidup >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Gaya Hidup9 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/90jkwzjgb.html
Artikel Terkait
55 Pemain Awal Timnas Argentina Piala Dunia 2026: Messi Pimpin, Dybala Absen
Gaya HidupLionel Scaloni tidak menutup peluang bagi pemain dari liga domestik Argentina untuk masuk skuad Piala Dunia 2026. Nama-nama seperti Emiliano Martinez, Lisandro Martinez, Tagliafico, Nahuel Molina, Paredes, Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Mac Allister, Exaquiel Palacios, Thiago Almada, Lautaro Martinez, dan Julian Alvarez diproyeksikan mengulang kesuksesan di tahun 2026 nanti....
Baca SelengkapnyaPrakiraan Cuaca Ternate Jumat: Hujan Ringan Dominan
Gaya HidupHujan ringan mengguyur wilayah Kota dengan intensitas rendah mencapai kurang dari 2,5 mm per jam. Kondisi ini membuat tetesan air kecil dan jarang sehingga tidak terlalu deras, dengan suhu udara diperkirakan berkisar antara 26 hingga 28 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 80 hingga 90 persen....
Baca SelengkapnyaART Tersangka Kasus Kematian Bocah Akibat Pengobatan Mistik
Gaya HidupSeorang korban berinisial AA, warga Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, meninggal dunia pada Rabu malam (13/5/2026) setelah menjalani praktik mistis yang ditawarkan oleh pelaku. Awalnya korban mengalami sakit, dan pelaku mengaku bisa menyembuhkan melalui metode mistis, namun praktik tersebut justru berujung pada kematian korban....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Juventus Butuh Bantuan 3 Tim untuk Lolos Liga Champions
- Rico Waas Lapor Mendagri Berobat ke Luar Negeri Tanpa APBD
- BMKG: Waspada Hujan Petir Guyur Pekanbaru 14 Mei 2026
- Pemilik Warung Nonhalal Sukoharjo Tolak Hapus Menu Babi
- Donasi Orangutan Indonesia-Jepang Tembus Rp1,1 Miliar
- Prakiraan Cuaca Papua Barat: Kaimana dan Fakfak Berawan Tebal
Artikel Terbaru
Al Nassr vs Al Hilal: Taruhan Gelar Cristiano Ronaldo
Pendaftaran Calon Ketum PAN Dibuka Jelang Kongres Banten
Longsor Curug Subang, Dua Wisatawan Perempuan Ditemukan Tewas
Bendahara Desa Serang Bawa Kabur Dana Rp1 M
Jafar/Felisha Ikuti Jejak Ubed, Menang di Thailand Open
Daun Jambu Mete Disulap Jadi Kain Jutaan Rupiah, Diburu Turis
Tautan Sahabat
- KSPSI Minta Pemerintah Tekan Impor Demi Rupiah Stabil
- Serka M Nasir Dituntut 12 Tahun Penjara dan Dipecat
- Mantan ART Erin Taulany Cerita Dipukul dan Ditendang Majikan
- DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027, Prabowo Hadir Besok
- Menteri UMKM Salut SMAN 1 Pontianak soal Polemik LCC
- Menkes Budi Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Gelar
- Jadwal Libur Idul Adha 2026: Ini Perkiraan Tanggalnya
- BNI Modernisasi Co-Working Space UGM Dukung Inovasi Mahasiswa
- Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Seperti 1998
- Pimpinan DPR Soroti Derita Guru Akibat Implementasi Daerah