Lokasi: Kesehatan >>
Unair Buka Jalur Mandiri UTBK Plus 2026, Cek Syarat
Kesehatan27718 Dilihat
RingkasanJalur Mandiri UTBK Plus Unair 2026 merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru yang menggunakan nilai UTBK-SNBT 2026 dan hasil tes mata pelajaran sesuai program studi pilihan. Tes mata pelajaran dilaksanakan melalui Computer Based Test (CBT) di kampus Universitas Airlangga Surabaya....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-airlangga-unair.jpg)
Jalur Mandiri UTBK Plus Unair 2026 merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru yang menggunakan nilai UTBK-SNBT 2026 dan hasil tes mata pelajaran sesuai program studi pilihan. Tes mata pelajaran dilaksanakan melalui Computer Based Test (CBT) di kampus Universitas Airlangga Surabaya. Pendaftar jalur mandiri ini wajib memiliki nilai UTBK-SNBT 2026.
Pendaftaran Jalur Mandiri UTBK Plus Unair 2026 dibuka mulai 11 Mei hingga 8 Juni 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman pendaftaran.unair.ac.id. Sebelum mengisi formulir pendaftaran online, calon pendaftar diwajibkan memiliki akun pendaftaran yang akan digunakan sebagai login ke dalam Sistem Pendaftaran Online Universitas Airlangga.
Simak persyaratan, tata cara pendaftaran, dan jadwal seleksi Jalur Mandiri UTBK Plus Unair 2026 selengkapnya di bawah ini. Informasi lebih detail mengenai prosedur dan ketentuan dapat diakses melalui portal resmi universitas.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/8feyklovb.html
Artikel Terkait
Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
KesehatanToyota masih mempertimbangkan peluncuran mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia. Bansar, perwakilan Toyota, menyatakan pihaknya perlu melihat kebutuhan konsumen terlebih dahulu sebelum menghadirkan teknologi tersebut....
Baca SelengkapnyaPrabowo Tak Pakai Dolar, Desa Paling Rentan Rupiah Melemah
KesehatanYusuf menanggapi pernyataan Presiden dengan menegaskan bahwa warga desa tetap terdampak pelemahan rupiah melalui rantai pasok barang dan jasa sehari-hari, meski mereka tidak memegang dolar AS secara fisik. Contoh nyata dampak tersebut terlihat pada pupuk urea dan NPK yang bahan bakunya berasal dari impor, solar untuk kebutuhan diesel sawah, serta pakan ternak yang bergantung pada jagung dan bungkil kedelai impor....
Baca SelengkapnyaDPR Desak Prabowo Lobi Trump soal 9 WNI Disandera
KesehatanSebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) kini ditangkap oleh militer Israel setelah dua WNI lainnya ikut diamankan dalam kapal Sadabad. Kesembilan WNI tersebut merupakan anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Rupiah Melemah, Harga Mobil dan Elektronik Diprediksi Naik
- Komjen RZ Panca Putra Simanjuntak Resmi Dilantik Jadi Kalemdiklat Polri
- Kejagung Periksa Askolani soal Korupsi Ekspor Sawit
- Menaker Yassierli: Kesejahteraan Pekerja dan Kinerja Industri Sejalan
- Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
- Korlantas Andalkan ETLE, Tilang Manual Hanya 30 Persen
Artikel Terbaru
Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
Satgas Damai Cartenz Tangkap Wadanyon KKB di Yahukimo
100 Kata Spesial Hari Kebangkitan Nasional 2026 Penuh Makna
Pengacara Sesalkan Tuntutan Ringan 3 Oknum TNI Pembunuh
Eza Gionino Kekeh Tak Cerai, Kasihan Anak dari Meiza
Tuntutan 5 Tahun Penjara Noel Ebenezer Sesuai Pedoman KPK
Tautan Sahabat
- Promo Indomaret Alfamart 21 Mei: Beras 5Kg Rp67.500
- Promo Indomaret, Alfamart, Superindo 19 Mei: Popok Rp27.900
- WIKA Tunjuk Prof Harris Arthur Hedar sebagai Komisaris Independen
- Ibu Sunarsih Raih Sukses Katering Berkat Modal KUR BRI
- Susukan Menangi Desa BRILiaN BRI dengan Ekonomi Cetuk
- Penguatan Konektivitas Dagang Indonesia-ASEAN-China
- Pertamina Patra Niaga Siap Pasok Energi untuk KKKS
- Jamu Mbok Moncer Desa BRILiaN Klaten Tembus Pasar Luar Daerah
- Pertamina Operasikan Dua Kapal Gas Jaga Pasokan LPG
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP