Lokasi: Kuliner >>
SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
Kuliner53 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-345345435R4W3.jpg)
SPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi,Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi. Setiap calon murid baru wajib memahami ketentuan dan persyaratan sesuai jalur yang dipilih.
Pada Jalur Prestasi Akademik, jika jumlah calon murid baru melebihi daya tampung, seleksi dilakukan berdasarkan urutan langkah tertentu. Sementara itu, pada Jalur Prestasi Nonakademik, prosedur seleksi serupa diterapkan apabila pendaftar melebihi kapasitas. Sisa kuota yang tidak terpenuhi pada Jalur Prestasi akan dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Jalur Afirmasi menyediakan kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung, termasuk kuota khusus untuk anak penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, Jalur Domisili memiliki kuota 35 persen dari daya tampung. Wilayah prioritas PMB ditentukan berdasarkan domisili calon murid baru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/83eddcpem.html
Artikel Terkait
Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Akhir Penantian Indonesia
KulinerLeo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi aktor utama kontingen Indonesia dengan mempersembahkan gelar juara ganda putra usai tampil ciamik di final. Pasangan yang akrab disapa Leo/Daniel itu mengakhiri perlawanan lawannya dalam dua gim langsung....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaHantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
KulinerHantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebabkan dua sindrom utama pada manusia. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr Rio Yansen Cikutra, menjelaskan penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tikus atau sarangnya, menyentuh permukaan terkontaminasi lalu menyentuh hidung, mata, atau mulut, hingga gigitan tikus....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaKabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
KulinerDante menggambarkan polusi udara melalui fenomena yang akrab dirasakan masyarakat Jabodetabek sehari-hari. "Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu," ujarnya....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Internasional, 131 Tewas
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Pre-Order MacBook Neo Indonesia Dibuka 15 Mei 2026
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Artikel Terbaru
Anggota DPR Bantah Garudayaksa FC Promosi karena Prabowo
9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Gagal di Thailand Open, Ginting Tersingkir, 6 Wakl Lolos
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Tautan Sahabat
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- Protein Hewani Kunci Asam Amino Esensial Tumbuh Kembang Anak
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus