Lokasi: Properti >>
Indonesia-Malaysia Berpeluang Jadi Pusat Pendidikan Pascasarjana Asia
Properti6335 Dilihat
RingkasanYudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/World-Post-Graduate-Expo.jpg)
Yudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen. Ini peluang ASEAN, khususnya Indonesia dan Malaysia," ujar Yudi dalam pernyataannya. Menurut Yudi, saat ini terjadi pergeseran besar dalam peta pendidikan tinggi global, di mana Asia mulai menggeser dominasi Barat dalam sektor pendidikan dan riset. "Perguruan tinggi berada di perubahan yang besar. Asia mulai menggeser dominasi Barat," jelasnya.
Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih posisi ke-9 dunia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings. "Ini membuktikan perguruan tinggi kita tidak hanya mengejar angka, tetapi juga dampak," kata Yudi. Prestasi ini menunjukkan kemampuan perguruan tinggi Indonesia bersaing di level global.
"Kolaborasi RI-Malaysia dalam memajukan peradaban. Kedua negara bukan sekadar berkembang, tapi serumpun," ujar Yudi. Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Asia sebagai pusat pendidikan dan riset dunia yang baru.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/7tpw4clhr.html
Artikel Terkait
Wabah Ebola Kongo-Uganda Ditetapkan sebagai Darurat
PropertiOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat global pada Minggu (17/5/2026) setelah lonjakan kasus akibat strain virus langka, yaitu virus Bundibugyo. Virus mematikan ini telah merenggut sedikitnya 88 nyawa dan menyebabkan lebih dari 300 kasus suspek di wilayah Pasalnya, wabah kali ini bukan disebabkan oleh strain biasa....
【Properti】
Baca SelengkapnyaIran Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Kapal AS
PropertiGencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS sejak 13 April 2026, dan AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim....
【Properti】
Baca SelengkapnyaNegara Teluk Lirik Turki, Pertahanan Tak Andalkan AS
PropertiNegara-negara Teluk seperti Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Arab Saudi mulai beralih ke Turki untuk memenuhi kebutuhan alutsista militer mereka akibat lambatnya pengiriman senjata dari Amerika Serikat yang dipicu penumpukan pesanan yang mengular. Meskipun negara-negara Teluk memiliki sistem pertahanan udara yang canggih, mereka kini menghadapi tantangan serius dari serangan drone jarak jauh Iran yang mampu melumpuhkan sistem radar....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Netflix Tambah Iklan di Aplikasi Mulai 2027
- Murray Valley Tewaskan 2 Orang di Australia Akibat Virus Nyamuk
- Heru Tulus Relawan iNews TV Ditahan Tentara Israel
- Trump Tunda Serang Iran Atas Permintaan Qatar, Saudi, UEA
- Pimpinan Komisi X Minta Evaluasi Total PSSI Usai Bentrok Suporter
- Jepang Selidiki Warganya Terkait Prostitusi Anak di Indonesia
Artikel Terbaru
Raim Laode: Bahagialah Kamu dengan Duniamu Chord
Serangan Drone Dekati Infrastruktur Nuklir UEA, Alarm Konflik Baru
Negara Teluk Lirik Turki, Pertahanan Tak Andalkan AS
Persediaan Senjata AS Menipis, Pentagon Minta Rp24 Kuadriliun
Persib Bandung Segel Juara Liga 1 Usai Klasemen Terbaru
Donasi Orangutan Indonesia-Jepang Tembus Rp1,1 Miliar
Tautan Sahabat
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Yani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar