Lokasi: Teknologi >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi BIB 2026 S2-S3
Teknologi35293 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Magister Langsung Doktor (PMLD) sebagai terobosan baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Magister Langsung Doktor (PMLD) sebagai terobosan baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ruchman menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/758o02sdm.html
Artikel Terkait
Persis Solo Kalahkan Dewa United 1-0, Jaga Asa
TeknologiPersis Solo berhasil mengalahkan Madura United dengan skor tipis 1-0 dalam laga pekan ke-33 Liga 1 yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo. Kemenangan ini memperpanjang napas Persis dalam persaingan menghindari degradasi ke kasta bawah musim depan....
Baca SelengkapnyaFebby Carol Doakan Pernikahan Virgoun dan Lindi
TeknologiLindi Fitriyana melahirkan bayi laki-laki melalui operasi caesar pada Kamis (14/5/2026) dan memberinya nama Perfexio Muthmain. Virgoun dan Lindi diminta menjaga rumah tangga mereka dengan baik karena setiap pernikahan pasti memiliki ujian dan permasalahan....
Baca SelengkapnyaAshanty dan Anang Berangkat Haji di HUT ke-15 Nikah
TeknologiAshanty dan Anang Hermansyah menjalani ibadah haji tahun ini dengan momen yang sangat istimewa karena bertepatan dengan pernikahan ke-15 mereka. Ashanty mengungkapkan perjalanan spiritual ke Tanah Suci terasa seperti bulan madu bersama sang suami....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- Bang Madit Islam KTP Ingin Haji Setelah Puluhan Kali Umrah
- Denny Sumargo Kaget Jawaban Ahmad Dhani Soal Syifa Hadju
- Denny Sumargo Kaget Jawaban Ahmad Dhani Soal Syifa Hadju
- Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat AKP Deky Terancam TPPU
- BGN Evaluasi SPPG Gagal Capai Target 3B Penerima Manfaat
Artikel Terbaru
MUI Kecam Penangkapan Aktivis Republika di Kapal Flotilla
Komisi III Nilai Laporan Erin Eks Andre Taulany Berlebihan
Keluarga Khawatir Mental Ammar Zoni di Nusakambangan
Al Ghazali Beri Pesan ke Suami soal Proses Persalinan
Junanto Herdiawan Resmi Pimpin BI Jabar Genjot Ekonomi Baru
Jennifer Coppen Minta Restu Orang Tua Dali Wassink Jelang Nikah
Tautan Sahabat
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung