Lokasi: Berita >>
Mahasiswa Internasional UNAND Melonjak, Capai 1.590 Orang
Berita79662 Dilihat
RingkasanSebanyak 1. 590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-andalas-unand-iu.jpg)
Sebanyak 1.590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia. Para pendaftar berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, hingga kawasan lainnya.
Pendaftar terbanyak berasal dari Nigeria sebanyak 255 orang, disusul Afghanistan sebanyak 236 orang, dan Yaman sebanyak 126 orang. Selain itu, terdapat pula pendaftar dari Sudan, Bangladesh, Timor Leste, Gambia, Madagaskar, Rwanda, Ethiopia, Malawi, Mesir, India, Thailand, Tanzania, Sudan Selatan, Ghana, hingga Sierra Leone.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima. Dari total 1.590 pendaftar, sebanyak 97 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan saat ini tengah mengikuti tahap wawancara. "Mahasiswa internasional membawa perspektif, budaya, dan pengalaman yang beragam. Kehadiran mereka akan memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring global," demikian pernyataan resmi dari pihak penyelenggara.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/6cbj61caa.html
Artikel Terkait
Gaji Megawati Rp1,7 M Lebih Tinggi dari Jordan Wilson
BeritaMusim 2026/2027 menjadi musim ketiga Megawati Hangestri Pertiwi di Liga Voli Korea setelah sebelumnya membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks pada 2023/2024 dan 2024/2025. Pada musim terakhir bersama Red Sparks, pevoli asal Jember, Jawa Timur ini berhasil mencapai babak final sebelum dikalahkan Incheon Life Pink Spiders yang diperkuat Kim Yeon-koung....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
BeritaPemerintah Indonesia memastikan kesiapan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi penyakit infeksi emerging, dengan menyatakan seluruh fasilitas mulai dari rumah sakit rujukan, ketersediaan alat PCR, alat pelindung diri (APD), hingga tempat tidur isolasi dan ICU dalam kondisi cukup. Saat ini terdapat 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia, dan dari jumlah tersebut, sebanyak 21 rumah sakit sentinel telah disiapkan di 20 provinsi....
【Berita】
Baca SelengkapnyaHantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
BeritaHantavirus kembali menjadi perhatian global setelah terdeteksi di Kalimantan Barat dan menyebabkan satu pasien meninggal dunia pada Maret 2026. Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengonfirmasi temuan satu kasus virus Hanta berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Trump Spam 20 Konten AI Serang Musuh Termasuk Iran
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Kunci Gitar Breathless Krisdayanti: Cara Kau Membuatku Tak Bernapas
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
Artikel Terbaru
Martin Cs Berpeluang Lanjutkan Estafet Espargaro
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
Megawati Hangestri Gabung, Hyundai Hillstate Makin Ganas
Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
Tautan Sahabat
- Gus Miftah: Judi Online, Bullying, Kekerasan Seksual Jangan Dianggap Sepele
- Sosok Pertama Ungkap Jokowi Keliling Indonesia, NTT Tujuan Awal
- Kadin Dukung Gerakan Nasional Perlindungan PMI Menyeluruh
- Golkar: Tantangan Ekonomi Global Jangan Dibingkai Takut
- Sidang Tuntutan TNI Penyerang Andrie Yunus Ditunda
- Sidak KSP Temukan Dapur Tak Layak, Audit Nasional Digelar
- Inkopontren Targetkan Cetak Banyak Santripreneur Dongkrak Ekonomi
- Berkas Sudewo Dilimpahkan, Bupati Pati Terancam Dua Dakwaan
- Menkes Budi Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Gelar
- WALHI dan Trend Asia Bantah Dana Asing Pengaruhi Penolakan UU KPK