Lokasi: Berita >>
Pendaftaran Jalur Rapor UNJ Ditutup 31 Mei 2026
Berita62468 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Jakarta (UNJ) membuka seleksi PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor 2026 bagi calon mahasiswa baru tanpa tes tertulis. Proses seleksi jalur ini menggunakan nilai rapor sebagai dasar penilaian utama....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-jakarta-unj-4345.jpg)
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) membuka seleksi PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor 2026 bagi calon mahasiswa baru tanpa tes tertulis. Proses seleksi jalur ini menggunakan nilai rapor sebagai dasar penilaian utama. Program tersebut diperuntukkan bagi siswa eligible yang belum diterima pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun lulusan SMA/sederajat tahun 2026 yang belum lolos SNBP atau SNBT.
Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi UNJ dengan biaya pendaftaran sebesar Rp350.000. Dalam ketentuan yang diumumkan pihak kampus, setiap peserta hanya diperbolehkan memilih maksimal dua program studi, baik jenjang Sarjana (S-1) maupun Sarjana Terapan (D-4). Ketentuan ini berlaku untuk seluruh peserta PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor tahun 2026.
Selain itu, terdapat beberapa syarat umum yang wajib diperhatikan calon pendaftar. Peserta yang sudah diterima melalui SNBP tidak dapat mengikuti seleksi ini. UNJ juga menegaskan bahwa peserta yang dinyatakan lolos PENMABA Jalur Rapor, tetapi kemudian melakukan daftar ulang pada jalur UTBK-SNBT 2026, maka kelulusannya pada jalur mandiri rapor otomatis dibatalkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/554bpbuc4.html
Artikel Terkait
Timnas Iran Mulai Pemanasan Piala Dunia 2026 di Turki
BeritaTimnas Iran membawa 30 pemain untuk menjalani pemusatan latihan menjelang Piala Dunia 2026. Pelatih Amir Ghalenoei akan mengikis skuad tersebut menjadi hanya 26 pemain untuk dibawa ke turnamen empat tahunan itu....
【Berita】
Baca SelengkapnyaDolar AS Menguat, Masyarakat Desa Paling Terdampak
BeritaDalam ekonomi modern, dampak kurs bekerja lewat rantai pasok, bukan lewat apakah seseorang memegang dolar atau tidak, ujar Yusuf dikutip Minggu (17/5/2026). Ia menjelaskan kebutuhan masyarakat desa masih dipengaruhi pergerakan kurs, seperti pupuk urea dan NPK untuk bercocok tanam....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPertamina Operasikan Dua Kapal Gas Jaga Pasokan LPG
BeritaPertamina Patra Niaga memastikan PG1 dan PG2 merupakan kapal kembar (sister ship) dengan spesifikasi identik yang dirancang untuk mengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam skala besar secara aman dan efisien. Kedua kapal ini memiliki kapasitas muat sekitar 80....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
- Prabowo Kunjungi Kopdes Merah Putih, Sanggah Saingi Alfamart
- BI Didorong Naikkan Suku Bunga, Rupiah Melemah
- Ekonomi Kreatif Dorong Pertumbuhan Baru Berbasis Daerah
- Ibunda As'ad Aras Akui Firasat Buruk Sebelum Penangkapan
- Hilirisasi Tembaga Kurangi Impor Selongsong Bahan Baku
Artikel Terbaru
Adam Alis Beberkan Kunci Tampil Gacor Bungkam Persija
Penjualan Rumah Second Meningkat, Prospek Pasar Properti Cerah
Bahlil: Aturan Ekspor Satu Pintu Tak untuk Hulu Migas
Jadah Tempe Lereng Merapi, Warisan Rasa di Tengah Modernisasi
Aldi Taher Minta Maaf Pada Dewi Perssik Usai Singgung Anak
Waspada Penipuan Digital Berbasis AI Kian Marak
Tautan Sahabat
- Pembekalan LPDP untuk TNI: Relevan bagi Akademik?
- Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen
- Merz Buka Peluang Kembali ke Energi Batu Bara
- Menlu Singapura Dukung RI Hadapi Krisis Energi
- Heru Tulus Relawan iNews TV Ditahan Tentara Israel
- Wabah Hantavirus MV Hondius: 22 Awak Karantina di Inggris
- Eks Jurnalis Indonesia Mengaku Dihajar Komandan Tentara Israel
- Inggris Borong Obat Avigan dari Jepang Antisipasi Hantavirus
- Tentara Israel Tangkap Jurnalis Republika di Kapal Misi Kemanusiaan
- IRGC Kawal 26 Kapal di Selat Hormuz Lawan Blokade AS