Lokasi: Berita >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berita26 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/52d3gz2a3.html
Artikel Terkait
Mantan Kasat Narkoba Kubar Jalani Sidang Etik Hari Ini
BeritaAKP Deky terancam sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akibat pelanggaran Kode Etik Profesi Polri. Kombes Pol Hariyanto menyatakan sidang etik terhadap terduga pelanggar tersebut akan digelar di Mapolda Kaltim pada hari ini....
【Berita】
Baca SelengkapnyaBidan ORP Praktik di Kontrakan, Bayi Titipan Belum Diambil
BeritaPolisi Yogyakarta mengevakuasi 11 bayi dari sebuah rumah kontrakan di Dusun Wonokerso, Padukuhan Randu, Kelurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Rumah tersebut dikontrak oleh seorang perempuan berinisial ORP yang diduga menjalankan praktik penampungan bayi hasil hubungan di luar nikah....
【Berita】
Baca Selengkapnya2 Polisi Heroik Selamatkan Balita Tenggelam di Lampung
BeritaDua anggota Satlantas Polres Pesisir Barat, Bripda Riski dan Briptu Senja, mendapat apresiasi nasional atas aksi heroik mereka menyelamatkan seorang anak kecil. Keberanian keduanya dalam berpacu dengan waktu demi menyelamatkan nyawa tersebut menjadi perhatian publik dan memantik apresiasi dari berbagai kalangan....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Setengah Langit - Idgitaf Ft Dere: Kunci Gitar Bahagia
- Letjen Richard Tampubolon Tinjau Rekonstruksi Pascabencana Tapteng-Tapsel
- Teller dan Suami Tersangka Korupsi Bank Pelat Merah Rp2 M
- Peringatan Dini Hujan: Jawa Barat Waspada, Maluku Siaga
- Hasil PSM vs Persib: Peluang Persib Kunci Juara Liga 1
- Cuaca Malang dan Batu Besok, Hujan Siang-Malam
Artikel Terbaru
Messi Akhirnya Menang di Kandang, Kutukan Patah di MLS
Prakiraan Cuaca Sumatra: Hujan Petir di Bengkulu dan Kepri
Prank Laporan Bunuh Diri, Polisi dan Relawan Jadi Korban
Tabrak Lari Denpasar: Mr X Tewas Dilindas Tiga Mobil
Periklindo Desak Insentif EV Diperluas ke Kendaraan Niaga
Prakiraan Cuaca Surabaya, Kediri, Madiun, Blitar 18 Mei 2026
Tautan Sahabat
- PSIM Yogyakarta Kalah, Persis Solo Tersenyum
- Pesta Juara Al Nassr Tertunda, Ronaldo Hengkang
- Manchester City Siap Lepas Pep Guardiola Akhir Musim
- Skuad Timnas Jerman Piala Dunia 2026: Neuer dan Duo Muda
- Laga Persis vs Persita Tanpa Penonton, Degradasi Ditentukan
- Spurs Gagal Menjauh, Ancaman Degradasi Liga Inggris Masih Ada
- Bruno Fernandes Kunci Kemenangan, Casemiro Berpisah di Old Trafford
- Petkovic Bawa Aljazair ke Piala Dunia 2026
- Jorge Jesus Tinggalkan Al Nassr, Ronaldo Dapat Pelatih Baru?
- Lille Finis Peringkat 3, Calvin Verdonk Tampil di Liga Champions