Lokasi: Kuliner >>
Kemenag Buka Beasiswa Doktor Kajian Keagamaan 2026
Kuliner7147 Dilihat
RingkasanProgram Beasiswa Unggulan Keagamaan Strata-3 Dalam Negeri resmi diluncurkan melalui kerja sama dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Yogyakarta. Program ini menargetkan lahirnya doktor lintas agama berkelas global dengan perspektif lokal serta mempromosikan perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan melalui studi agama interdisipliner....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kemenag-Buka-Beasiswa-Program-Doktor-Kajian-Keagamaan-2026.jpg)
Program Beasiswa Unggulan Keagamaan Strata-3 Dalam Negeri resmi diluncurkan melalui kerja sama dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Yogyakarta. Program ini menargetkan lahirnya doktor lintas agama berkelas global dengan perspektif lokal serta mempromosikan perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan melalui studi agama interdisipliner.
Ruchman, selaku Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), menyatakan bahwa program ini dirancang untuk melahirkan peneliti dan akademisi yang mampu mengembangkan peran agama dalam menjawab isu strategis global. Pendekatan interdisipliner mendorong peserta menghasilkan riset orisinal dengan metodologi mutakhir yang relevan dengan tantangan dunia seperti perdamaian, keadilan sosial, dan keberlanjutan. "Kami ingin menghadirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu membawa perspektif lokal ke panggung global, terutama dalam membangun narasi keagamaan yang moderat dan solutif," ungkap Ruchman.
ICRS merupakan kolaborasi tiga perguruan tinggi ternama di Yogyakarta, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Peserta yang lolos seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit dapat memilih program studi seperti Kajian Agama dan Lintas Agama, Studi Perdamaian dan Konflik, serta Pembangunan Berkelanjutan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/4ro39gp92.html
Artikel Terkait
BYD Luncurkan M6 DM, MPV PHEV Irit 65 Km per Liter
KulinerWakil Presiden BYD Co. , Ltd....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaOpenAI Hadirkan Fitur Keuangan Pribadi di ChatGPT
KulinerOpenAI merilis fitur baru dalam versi preview yang memungkinkan pengguna menghubungkan akun keuangan mereka secara aman ke ChatGPT. Setelah akun terhubung, pengguna dapat melihat dashboard keuangan yang menampilkan informasi seperti pengeluaran, investasi, tagihan, hingga langganan bulanan....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaTransformasi Digital Tingkatkan Kebutuhan Backup Data Aman
KulinerOrganisasi memperkuat sistem backup dan pemulihan data untuk menjaga keamanan aset digital dan keberlangsungan operasional bisnis di tengah meningkatnya ancaman siber. Executive Vice President of the Synology Data Protection Group, Jia-Yu Liu, mengungkapkan tren di mana ActiveProtect mulai menggantikan solusi tradisional yang terpisah-pisah dengan pendekatan terpadu....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Inara Rusli Kena Sentil Wardatina Mawa soal Rekaman CCTV
Garmin Luncurkan Forerunner 70 dan 170, Ini Harganya
Survei CNET: 13 Persen Konsumen Minat Ponsel Lipat
Kode Redeem FC Mobile 20 Mei 2026: Klaim Koin & Pemain Gratis
BGN Evaluasi SPPG Gagal Capai Target 3B Penerima Manfaat
Apple Batal Hadirkan Touch ID di Apple Watch
Tautan Sahabat
- Iran Ancam Tutup Akses Minyak Jika AS Serang Ekspor
- China vs AS: Perbandingan Mitra Dagang Terbanyak
- Iran Akui Ekonomi Lumpuh Akibat Perang, Infrastruktur Hancur
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental di Ukraina
- New York Buka Undian Tiket Piala Dunia 2026, Mulai 50 Dolar
- Perang Iran Dorong Jerman Mendekat ke Negara Teluk
- Trump Tunda Serangan Iran atas Permintaan Negara Teluk
- Gencatan Senjata Diperpanjang, Israel dan Hezbollah Saling Serang
- Netanyahu Sebut Mojtaba Hidup, Akui AS-Israel Keliru Prediksi Selat Hormuz
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental Ukraina Akibat Perang