Lokasi: Kesehatan >>

Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026

Kesehatan628 Dilihat

RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....

Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026

Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.

Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.

Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.

Tags:

Artikel Terkait

  • Como Siap Gebrak Eropa, Incar Kemenangan di Kandang

    Kesehatan

    Como memastikan diri mengakhiri musim dengan mengantongi tiket kompetisi Eropa musim depan. Tim berjuluk Azzurri itu masih berpeluang memperbaiki posisi dan level kompetisi Eropa yang bakal diikuti....

    Kesehatan

    Baca Selengkapnya
  • Prabowo Siap Turunkan Pajak Sementara untuk Pengusaha Terdampak

    Kesehatan

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas dunia usaha nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Prabowo menegaskan bahwa pemerintah sangat memahami kondisi berat yang melanda ekonomi dunia, sehingga pintu komunikasi dibuka lebar bagi para pelaku usaha....

    Kesehatan

    Baca Selengkapnya
  • Wamen Minta Kampus Berbenah, Bukan Menyalahkan Pihak Lain

    Kesehatan

    Fauzan menegaskan perguruan tinggi tidak boleh terus-menerus menyalahkan pihak lain atau merasa menjadi korban kebijakan pemerintah karena sikap tersebut justru menghambat transformasi pendidikan tinggi. "Kita harus membuang jauh-jauh apa yang disebut dengan blaming mentality, yakni mental yang selalu menyalahkan orang lain tanpa berusaha untuk memperbaiki kondisi internal kita," kata Fauzan saat membuka seminar nasional tentang pendidikan di Kantor PB PGRI, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026)....

    Kesehatan

    Baca Selengkapnya