Lokasi: Travel >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Travel86688 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/45gsplxo7.html
Artikel Terkait
Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur, Ini Spesifikasinya
TravelSony meluncurkan Xperia 1 VIII dengan berbagai peningkatan signifikan pada sektor kamera, audio, desain, dan performa. Pabrikan asal Jepang ini memperkenalkan teknologi baru bernama AI Camera Assistant yang didukung Xperia Intelligence....
【Travel】
Baca SelengkapnyaMenkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
TravelPrevalensi obesitas di Indonesia meningkat signifikan berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sekitar 1 dari 4 orang dewasa atau 23,4 persen kini hidup dengan obesitas, naik dibanding tahun 2018 yang tercatat sebesar 21,3 persen....
【Travel】
Baca SelengkapnyaHantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
TravelPenyakit akibat tikus memiliki perbedaan mendasar meskipun sama-sama ditularkan oleh hewan pengerat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Gregoria Mariska Belum Pensiun Usai Jadi Penyelamat di Olimpiade
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Pre-Order MacBook Neo Indonesia Dibuka 15 Mei 2026
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
Artikel Terbaru
Pedro Acosta P1, Murid Rossi P2 di Grid MotoGP Catalunya
Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
Cavaliers Hajar Pistons, Lolos ke Final Wilayah Timur
BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
Tautan Sahabat
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Atur Ulang Jadwal BAB Agar Lebih Teratur
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku