Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
Kesehatan94373 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-345345435R4W3.jpg)
SPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi,Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi. Setiap calon murid baru wajib memahami ketentuan dan persyaratan sesuai jalur yang dipilih.
Pada Jalur Prestasi Akademik, jika jumlah calon murid baru melebihi daya tampung, seleksi dilakukan berdasarkan urutan langkah tertentu. Sementara itu, pada Jalur Prestasi Nonakademik, prosedur seleksi serupa diterapkan apabila pendaftar melebihi kapasitas. Sisa kuota yang tidak terpenuhi pada Jalur Prestasi akan dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Jalur Afirmasi menyediakan kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung, termasuk kuota khusus untuk anak penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, Jalur Domisili memiliki kuota 35 persen dari daya tampung. Wilayah prioritas PMB ditentukan berdasarkan domisili calon murid baru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/439mtpuvh.html
Sebelumnya: iCloud+ Dapatkan Fitur Hide My Email Lebih Praktis
Berikutnya: Wallpaper 3D iOS 26: Begini Cara Pakainya
Artikel Terkait
Instagram Rilis Fitur Instants, Mirip Snapchat
KesehatanMeta meluncurkan fitur berbagi foto spontan tanpa editan yang akan hilang setelah dilihat teman, memungkinkan pengguna membagikan momen sehari-hari tanpa tekanan kesempurnaan. Fitur ini terletak di sudut kanan bawah kotak masuk atau DM, di mana pengguna hanya bisa menambahkan caption sebelum mengirim foto....
Baca SelengkapnyaART Tersangka Kematian Bocah 11 Tahun Akibat Pengobatan Mistik
KesehatanKorban berinisial AA, warga Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, meninggal dunia pada Rabu malam (13/5/2026) setelah menjalani praktik pengobatan mistis oleh seorang pelaku. Awalnya korban mengalami sakit, lalu pelaku menawarkan diri untuk menyembuhkan korban melalui praktik mistis yang justru berujung pada kematian korban....
Baca SelengkapnyaSupardiono Siap Kurban Sapi 1,5 Ton untuk Prabowo
KesehatanMomen haru sekaligus kebanggaan menyelimuti seorang peternak dan warga sekitar setelah sapi miliknya dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk kurban. Proses pemilihan sapi tersebut bermula dari informasi seorang teman dari dinas di Bantul yang mengajukan sapi tersebut untuk seleksi kurban....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Prediksi Arsenal vs Burnley: The Gunners Jaga Puncak Klasemen
- Kisah Arsitek Morowali Kini Jadi Wakil Ketua DPRD
- Wagub Babel Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara Kasus Hotel
- Polwan Digerebek Berduaan, Polda Maluku Selidiki Kasus
- Bukilic Jadi Pemain Tertinggi di Liga Voli Korea
- Prakiraan Cuaca Ternate 13 Mei 2026: Hujan Ringan
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Anak Perwira Polisi Pembuat Lomba Rasis Rp100 Ribu
Kronologi Wagub Sumbar Kecelakaan Tunggal di Solok
Keluarga Sebut Badut Pembunuh Mertua Eksploitasi Anak
Leo Daniel Akui Masih Kagok di Thailand Open 2026
11 Bayi Dititip Bidan Sleman, Bayar Rp 50 Ribu per Hari
Tautan Sahabat
- Yani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes