Lokasi: Berita >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Berita3 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/3css7qt52.html
Artikel Terkait
Jorge Jesus Tinggalkan Al Nassr, Ronaldo Dapat Pelatih Baru?
BeritaJorge Jesus dikabarkan merasa siklus kariernya di Al Nassr telah berakhir dan siap hengkang pada akhir musim ini. Jika pelatih berusia 71 tahun itu benar-benar pergi, Cristiano Ronaldo dan rekan setimnya berpotensi kembali memiliki pelatih baru di tengah ambisi klub untuk terus mendominasi sepak bola Arab Saudi....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPetahana Ketum PBNU dan Kiai Imjaz Bertemu di PMKNU Cirebon
BeritaForum Pengembangan Manajemen Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Cirebon menjadi sorotan setelah dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, KH Imjaz, Gus Yusuf, Gus Miftah, dan Gus Ipang. PMKNU kini menjadi perhatian karena disebut sebagai salah satu syarat bagi calon ketua umum dan pengurus harian PBNU, menyusul dibekukannya Akademi Kepemimpinan Nasional....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPemuda Lampung Ngaku Dibegal, Jual Motor Hindari Cicilan
BeritaMRP mengakui telah merekayasa laporan pembegalan sepeda motor yang disebut dirampas tiga pelaku bersenjata, setelah Polresta menemukan kejanggalan dalam penyelidikan. Motor tersebut ternyata telah dijual sendiri oleh pemiliknya untuk melunasi kebutuhan hidup dan menghindari angsuran kendaraan yang baru berjalan satu bulan....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Thalita/Dhinda Raih Kemenangan Perdana Thailand Open 2026
- SMAN 1 Sambas Juara Cerdas Cermat 4 Pilar MPR
- Prakiraan Cuaca Papua Barat: Pegunungan Arfak Hujan Ringan
- Kasus Hantavirus di Kalbar, Pasien Sakit Bawaan Meninggal
- EVOS Kalah 0-2 dari NAVI di MPL ID S17
- Plafon Gedung Rp15,3 Miliar di Tuban Roboh Dua Kali
Artikel Terbaru
Wallpaper 3D iOS 26: Begini Cara Pakainya
Patricia Telepon Keluarga dan Bagikan Lokasi Sebelum Tewas Terbakar
Mantan Kasat Narkoba Kubar Jalani Sidang Etik di Polda Kaltim
Pemilik Warung Nonhalal Sukoharjo Tolak Hapus Menu Babi
Kunci Gitar Dere: Aku Ingin Kau Bahagia di Hatimu
Jokowi Yoga di Solo Jelang Safari Keliling Indonesia Juni
Tautan Sahabat
- BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud
- Yani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
- Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek