Lokasi: Travel >>

Xi Jinping Sambut Putin, Rusia-China Makin Erat

Travel74 Dilihat

RingkasanKunjungan Vladimir Putin ke Beijing menjadi sorotan internasional karena berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump meninggalkan China usai bertemu Presiden Xi Jinping. Para analis menilai langkah Xi Jinping menerima Trump lalu Putin dalam waktu berdekatan bukan sekadar agenda diplomatik biasa, melainkan sinyal bahwa Beijing memainkan strategi “dua kaki” demi menjaga posisi China di tengah dunia yang makin terbelah....

Xi Jinping Sambut Putin,<strong></strong> Rusia-China Makin Erat

Kunjungan Vladimir Putin ke Beijing menjadi sorotan internasional karena berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump meninggalkan China usai bertemu Presiden Xi Jinping. Para analis menilai langkah Xi Jinping menerima Trump lalu Putin dalam waktu berdekatan bukan sekadar agenda diplomatik biasa, melainkan sinyal bahwa Beijing memainkan strategi “dua kaki” demi menjaga posisi China di tengah dunia yang makin terbelah.

China dan Rusia kini semakin dekat di tengah perang Ukraina, tekanan Barat, sanksi ekonomi, hingga krisis energi global akibat memanasnya situasi di Timur Tengah. “Rusia dan China menatap masa depan dengan penuh percaya diri,” kata Putin dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Rusia menjelang kunjungan tersebut. Putin juga menegaskan kedua negara terus memperluas kerja sama politik, ekonomi, pertahanan, hingga budaya. “Intinya, bersama-sama melakukan segala hal untuk memperdalam kerja sama bilateral dan memajukan pembangunan global demi kesejahteraan kedua negara,” ujar Putin.

Kunjungan Putin terjadi di tengah hubungan rumit Beijing dengan Washington. Meski Xi baru saja menerima Trump secara resmi di Beijing, hubungan China-AS tetap dipenuhi ketegangan terkait perdagangan, Taiwan, Laut China Selatan, hingga konflik Timur Tengah. Para analis menilai Xi sengaja menampilkan dirinya sebagai pemimpin global yang mampu menjaga komunikasi dengan semua kekuatan besar dunia sekaligus. Langkah itu juga dianggap sebagai cara Beijing memperkuat citra sebagai penyeimbang di tengah ketidakpastian global.

Tags:

Artikel Terkait