Lokasi: Bisnis >>
Prabowo: Ketahanan Pangan Kunci Kelangsungan Negara
Bisnis7343 Dilihat
RingkasanPresiden Prabowo Subianto menegaskan tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa produksi pangan yang lancar, aman, dan berkesinambungan dalam sambutannya di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). "Saya belajar sejarah, saya belajar bernegara....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prabowo-pangan-tuban.jpg)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa produksi pangan yang lancar, aman, dan berkesinambungan dalam sambutannya di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). "Saya belajar sejarah, saya belajar bernegara. Dan hal yang saya dapatkan adalah bahwa tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan," ujar Prabowo. Kepala Negara memahami langsung peran strategis petani dari kedekatan emosional yang terbentuk saat bergabung dalam organisasi tani. "Jadi itulah sejarah, bagaimana saya makin sadar waktu itu pentingnya para petani," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo membagikan pengalamannya semasa menjadi komandan pasukan tempur terkait ketergantungan operasi militer pada ketersediaan pangan. "Kalau ada beras kita hitung, berasnya kuat untuk berapa hari. Kalau berasnya untuk 5 hari, ya 5 hari kita operasi. Kalau berasnya 14 hari, 14 hari kita operasi. Bayangkan, saudara-saudara, kalau nggak ada beras. Kalau nggak ada beras, tentara itu juga susah dia beroperasi," ucapnya. Menurut Prabowo, dukungan masyarakat melalui bahan makanan sederhana menjadi kekuatan utama bagi tentara dan aparat negara saat itu. "Kalau saya latihan di kampung-kampung, rakyat desa, rakyat kampung keluar. Memberi makan kepada kita, memberi minum kepada kita. Walaupun mereka hidupnya sangat susah. Mereka punya pisang, pisang dikasih. Mereka punya ubi, ubi dikasih. Mereka punya tiwul, tiwul dikasih," kenangnya.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan keberhasilan swasembada dan ketahanan pangan merupakan kunci utama bagi kelanggengan negara dan bangsa Indonesia. "Setiap mereka yang ingin untuk melihat negara dan bangsa kita langgeng, harus, harus, harus fokus dan memperhatikan masalah pangan," tegas Presiden Prabowo.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/343f699650.html
Artikel Terkait
DPR Panggil BI, Desak Stabilkan Rupiah Segera
BisnisPuteri menilai fundamental perekonomian Indonesia masih sangat kuat dengan bukti capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang menyentuh angka 5,61 persen pada kuartal I tahun ini. Namun, ia menilai pernyataan Prabowo memiliki makna mendalam yang ditujukan langsung kepada otoritas moneter....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPemkab Bogor Gandeng KPK Perkuat Reformasi Birokrasi
BisnisBupati Bogor Rudy Susmanto memimpin rapat koordinasi strategis bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aula Soekarno-Hatta, Kantor Inspektorat Kabupaten Bogor, pada Selasa (12/5/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, Inspektur Kabupaten Bogor Arif Rahman, serta Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II KPK Brigjen Pol Bahtiar Ujang Purnama bersama jajarannya....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaKecelakaan Lalu Lintas Picu Konflik Wamena, Warga Mengungsi
BisnisKapolda Papua, Irjen Pol Petrus Renwarin, mengungkapkan bahwa konflik antarkelompok di wilayah pegunungan dipicu oleh lemahnya komunikasi dan koordinasi pemerintahan saat itu. Renwarin menjelaskan, persoalan tersebut berlarut-larut hingga memicu ketegangan antarkelompok karena penanganannya tidak berjalan optimal pada saat kejadian awal berlangsung....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- PSIM Yogyakarta Bungkam Madura United 2-1, Persis Solo Senang
- Kecelakaan Lalu Lintas Picu Konflik Wamena, Warga Mengungsi
- KKP Sespimmen Polri Bahas Strategi Kepemimpinan Global di Mataram
- Penjual Tempe di Pacitan Dirujuk Usai Disiram Air Keras
- Como Siap Gebrak Eropa, Incar Kemenangan di Kandang
- Pertumbuhan Sekolah Tak Seimbang dengan Kualitas Berpikir
Artikel Terbaru
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Rico Waas Berobat ke Luar Negeri, Klaim Tak Pakai APBD
Prakiraan Cuaca Madura: Masalembu, Sumenep Hujan Petir
Prakiraan Cuaca Sulsel 19 Mei 2026: Mayoritas Hujan
KBPP Polri Audiensi dengan Kapolri Bahas Munas VI 2026
Pemkab Bogor Gandeng KPK Perkuat Reformasi Birokrasi
Tautan Sahabat
- Polwan Maluku Digerebek, Propam Usut Dugaan Selingkuh
- Prakiraan Cuaca Sorong 17 Mei 2026: Hujan Ringan
- Pengembangan Pelabuhan Dorong Logistik dan Konektivitas Daerah
- Sekretaris BNPP Tinjau Rumah Warga Perbatasan di Belu
- 4 Pelaku Ditangkap, 2 Buron dalam Pengeroyokan Buruh Sukabumi
- Pendaftaran Calon Ketum PAN Dimulai Jelang Kongres Banten
- Atap Kelas MTs Muhammadiyah Sragen Roboh, Korban Dengar Kretek
- Jahitan Tas Vita Angkat Martabat Perempuan Disabilitas Sukoharjo
- Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Kalbar Diminta Diulang
- Prakiraan Cuaca Cirebon 18 Mei 2026: Siang Cerah Malam Hujan