Lokasi: Travel >>
SIT Darul Abidin Ajarkan Siswa Kendalikan AI, Bukan Jadi Pengguna
Travel1336 Dilihat
RingkasanInternational Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding Kemendikdasmen Yogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sekolah-Islam-Terpadu-SIT-Darul-Abidin-menggelar-International-Scratch-Day-2026.jpg)
International Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan.
Kepala Litbang SIT Darul AbidinEndah Tri Kusumawati menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi secara positif dan penuh tanggung jawab. "Kami mendidik anak-anak sesuai zamannya. Melalui program ini, kita ingin anak-anak bukan hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu berperan aktif dalam menciptakan sebuah inovasi," ujar Endah dalam sambutannya.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota yang mengingatkan pentingnya batasan dalam memanfaatkan teknologi. "Acara ini keren sekali. Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi saat ini. Yang bisa dilakukan adalah membuat pedoman penggunaan AI. Jangan sampai kita percaya sepenuhnya pada AI. Tetap manusia yang harus memegang kendali dan melakukan verifikasi," tegas Wahid. Senada dengan hal tersebut, Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena menganalogikan AI seperti dua sisi mata pisau yang membawa dampak positif sekaligus negatif. "Jika digunakan dengan baik, AI akan memberikan manfaat besar bagi aktivitas manusia. Pemerintah sendiri sudah menetapkan keputusan bersama tujuh menteri dan menerbitkan buku saku AI. Jadi, bukan hanya soal cara menggunakannya, tetapi etika yang harus dikedepankan," jelas Yogi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/3318cw0aa.html
Artikel Terkait
Bea Cukai Buka 8 Poin Soal Pemeriksaan Kartu Pokemon
TravelSeorang perempuan berinisial JES menjadi viral di media sosial setelah menangis saat diperiksa petugas Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta karena membawa kartu Pokémon dari luar negeri. Bea Cukai memberikan penjelasan resmi terkait kronologi pemeriksaan yang dinilai terlalu lama oleh perempuan tersebut....
【Travel】
Baca SelengkapnyaKasat Narkoba Kukar dan Brigadir Sniper Terjerat Narkoba
TravelDua anggota Polri berinisial AKP Adiguna dan Bripka Dedy Wiratama terjerat kasus narkoba dalam operasi pengungkapan peredaran gelap narkotika. Bareskrim Polri menyebut paket berisi barang haram itu diterima AKP Adiguna dari Medan, Sumatera Utara....
【Travel】
Baca SelengkapnyaPrakiraan Cuaca Bandung Raya: Barat Cerah, Kota Hujan
TravelBandung Raya atau Kawasan Perkotaan Cekungan mencatat suhu udara pada rentang 16-28 derajat Celsius dan kelembaban udara di angka 66-98 persen. Kondisi cuaca ini memengaruhi aktivitas harian warga di wilayah Cekungan Bandung yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Offroader Kalteng Borong 5 Podium di Kejurnas Seri 2
- Prakiraan BMKG: Hujan Guyur 10 Distrik di Sorong Hari Ini
- Pemuda Lampung Akui Jual Motor Demi Hindari Cicilan
- Pertumbuhan Sekolah Tak Seimbang dengan Kualitas Berpikir
- Fitur AI Inbox Resmi Hadir di Gmail Android iOS
- Penjual Tempe di Pacitan Dirujuk Usai Disiram Air Keras
Artikel Terbaru
Skenario Persis Solo Bertahan: Madura United Dilarang Menang
Prakiraan Cuaca Sorong 17 Mei 2026: Hujan Ringan
Awal Mula Kasus Pencabulan Santri Ponorogo Terbongkar
Rumah Bersejarah dr Sardjito di Yogya Dilego ke Pengembang
Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
AKP Yohanes Bonar Tersangka Narkoba, Baru 5 Bulan Menjabat
Tautan Sahabat
- Mojtaba Khamenei Luka Gores Telinga, Bantah Rumor Kaki Palsu
- AS Hentikan Penjualan Senjata Rp247 Triliun ke Taiwan
- Kecelakaan Kerja di Shiga Jepang Tertinggi, 13 WNI Jadi Korban
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental di Ukraina
- PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
- Putin Temui Xi Jinping Bahas Kerja Sama Strategis
- Menlu Singapura dan Sugiono Bahas Krisis Energi di Jakarta
- NATO Rapat Darurat Bahas Stok Senjata Habis Akibat Perang Iran
- Pipa Gas Power of Siberia 2 Rusia-China Sepanjang 2.600 Km
- Republika Tolak Kriminalisasi Dua Jurnalis Ditahan Israel