Lokasi: Teknologi >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Teknologi1342 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/2wbc10r15.html
Artikel Terkait
Roberto Martinez Latih Portugal di Piala Dunia 2026
TeknologiRoberto Martinez lahir pada 13 Juli 1973 di Balaguer, Spanyol dan saat ini berusia 52 tahun. Sebelum menjadi pelatih, Martinez memulai kariernya sebagai pemain sepak bola profesional....
Baca SelengkapnyaDanantara Pertimbangkan Tambah Saham di GoTo
TeknologiBP Danantara atau Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan telah masuk dalam rencana investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Pernyataan itu disampaikan Chief Investment Officer (CIO) BP Danantara Pandu Sjahrir di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Sudirman, Jakarta, pada Senin (11/5/2026)....
Baca SelengkapnyaSistem Digital Pantau Penebusan Pupuk Subsidi Hingga Titik Serah
TeknologiPT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat distribusi pupuk nasional menyusul lonjakan penebusan pupuk subsidi yang signifikan. Kenaikan tersebut didorong oleh penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen mulai Oktober 2025, penyederhanaan tata kelola distribusi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, serta faktor musim hujan yang lebih panjang di berbagai wilayah pertanian....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Al Nassr vs Al Hilal: Taruhan Gelar Cristiano Ronaldo
- Prabowo: Ketahanan Pangan Fondasi Kedaulatan Bangsa
- Prabowo: Ketahanan Pangan Fondasi Kedaulatan Bangsa
- Minyak Iran Rp 900 Miliar Laku di BPA Fair
- 49 Offroader Ramaikan Kejurnas Adventure Offroad Tangkiling
- Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas
Artikel Terbaru
WhatsApp iOS Rilis Tampilan Liquid Glass Baru
Rebalancing MSCI Dinilai Dorong Penguatan Pasar Modal
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Dorong Transformasi Digital
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.622,5 Triliun
Herdman Ubah Status Underdog Timnas Jadi Peluang
BKI Tekankan Standar Keselamatan Kapal Cepat Batam
Tautan Sahabat
- ParagonCorp Luncurkan Smart Lab 2.0 untuk Riset Kosmetik Presisi
- Darmadi PDIP Dorong Revisi PMSE Demi Seller Lokal
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP
- Sengketa Hotel Sultan, Hamdan Zoelva Bicara Ambil Alih Bisnis
- Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh, Rakyat Makin Miskin
- TelkomGroup Raih LinkedIn Talent Awards 2025
- Rupiah Anjlok ke Rp 17.529 per Dolar AS, Rekor Terburuk
- Menkeu Guyur Pasar Obligasi Rp2 Triliun Tiap Hari Redam Rupiah
- Kelas Menengah Tinggalkan Amplop Fisik, Beralih ke Dompet Digital
- Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Korea Terus Meningkat