Lokasi: Pendidikan >>
UPI Buka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026
Pendidikan5519 Dilihat
RingkasanUniversitas Pendidikan Indonesia (UPI) membuka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, dan keagamaan. Jalur seleksi ini bertujuan meningkatkan kualitas serta capaian prestasi mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KAMPUS-UPI-Bandung.jpg)
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) membuka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, dan keagamaan. Jalur seleksi ini bertujuan meningkatkan kualitas serta capaian prestasi mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional. Program ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki karya monumental, prestasi kompetisi tingkat provinsi hingga internasional, maupun capaian khusus seperti hafidz Al-Qur’an minimal 15 juz atau prestasi lain yang setara.
Peserta yang dapat mengikuti jalur ini merupakan lulusan SMA/MA/SMK/Paket C tahun 2023, 2024, 2025, dan 2026. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu UPI, Vanessa Gaffar, menjelaskan bahwa jalur prestasi istimewa merupakan bagian dari strategi universitas dalam menjaring talenta unggul dari berbagai bidang. "Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa bertujuan memberikan penghargaan kepada siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik dan diharapkan dapat meningkatkan keunggulan mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional," ujar Prof. Vanessa Gaffar.
UPI menyediakan berbagai program studi di Kampus Bandung maupun kampus daerah untuk peserta jalur prestasi istimewa. Namun, peserta hanya diperbolehkan memilih satu program studi yang relevan dengan prestasi yang dimiliki. Dalam proses seleksi, penilaian dilakukan melalui Tes Kecerdasan dan Motivasi Berprestasi, evaluasi portofolio sertifikat, ujian keterampilan, dan wawancara. UPI menegaskan bahwa relevansi antara prestasi peserta dengan program studi pilihan menjadi indikator dengan bobot penilaian terbesar.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/2titfsgf0.html
Artikel Terkait
4 Pelaku Ditangkap, 2 Buron dalam Pengeroyokan Buruh Sukabumi
PendidikanN. Rizky (30) tewas dianiaya enam orang di Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (2/5/2026)....
Baca SelengkapnyaAtur Ulang Jadwal BAB Agar Lebih Teratur
PendidikanJadwal buang air besar (BAB) sebenarnya bisa diubah dan dibentuk menjadi lebih teratur, menurut para ahli. Dr....
Baca SelengkapnyaLemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Pendidikandr Agus mengungkapkan bahwa lansia sering tidak menunjukkan gejala khas saat mengalami hipoglikemia, berbeda dengan orang muda yang biasanya merasakan pusing atau keringat dingin. Kondisi diam ini justru berbahaya karena keluarga kerap terlambat menyadari penurunan drastis gula darah pada lansia....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Ayu Ting Ting Minta Doa untuk Pria di Bioskop
- 5 Cara Alami Tingkatkan Nafsu Makan untuk Naik Berat Badan
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Komisi III Nilai Laporan Erin Eks Andre Taulany Berlebihan
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Artikel Terbaru
Ibu Harry Maguire Murka Anaknya Dicoret dari Timnas Inggris
Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
Kekasih Khawatir Ammar Zoni di Nusakambangan
Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
Tautan Sahabat
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- IDAI Ingatkan Risiko Dehidrasi Anak di Ruang AC
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Berbahaya Picu Stroke
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- 263 Kasus Campak di Aceh, Imunisasi Rendah Disorot