Lokasi: Properti >>

BYD Luncurkan M6 DM, MPV PHEV Irit 65 Km per Liter

Properti81 Dilihat

RingkasanWakil Presiden BYD Co. , Ltd....

BYD Luncurkan M6 DM,<strong></strong> MPV PHEV Irit 65 Km per Liter

Wakil Presiden BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengungkapkan peluncuran teknologi DM (Dual Mode) dipicu oleh masukan konsumen dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi, yang masih khawatir terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik. "Saya pernah ke Sulawesi, saya berdiskusi tentang sales di dealer Makassar. Salesman bicara ke saya, semua konsumen mereka masuk ke showroom kita dan sudah coba mobil," ujarnya. Menurut dia, keraguan tersebut muncul karena fasilitas charging kendaraan listrik di sejumlah wilayah masih belum merata. "Dia bicara karena di Pulau Sulawesi secara infrastruktur charging masih kurang cukup. Kalau mau punya satu EV tapi bisa isi bensin, kita senang sekali menerima ini menjadi angkutan keluarga kita," tambah Liu.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dan mendukung industri hijau, BYD M6 DM mengusung mesin 1.500 cc yang diklaim mampu menghasilkan tenaga 72 kW dan torsi 125 Nm. Mobil ini dipadukan dengan motor EHS 5.0 berputaran hingga 15.000 rpm dengan kepadatan daya lebih tinggi. Teknologi Dual Mode pada mobil ini mengandalkan tiga mode berkendara utama, yakni EV, series, dan parallel. Selain itu, terdapat sistem kontrol terintegrasi 7-in-1 dengan peningkatan kemampuan komputasi chip hingga 146 persen. BYD juga menyematkan sistem manajemen termal yang diklaim mampu menghemat energi hingga 10 persen pada suhu tinggi seperti kondisi iklim di Indonesia. Sementara itu, baterainya menggunakan Blade Battery yang disebut memiliki ketahanan siklus tinggi di suhu ekstrem.

"Saat ini, mobil mesin pembakaran internal (ICE) masih mencakup sekitar 65 persen dari pangsa pasar. Hal itu memberi tahu kita satu hal, potensi jangka panjang untuk mobilitas hijau di Indonesia sangatlah besar," ucap Eagle. Ia menambahkan, tidak semua konsumen siap langsung beralih ke kendaraan listrik murni sehingga teknologi hybrid seperti DM menjadi solusi transisi yang ideal.

Tags:

Artikel Terkait