Lokasi: Bisnis >>
Politeknik Transportasi Darat STTD Buka Jalur Mandiri 2024
Bisnis2 Dilihat
RingkasanPoliteknik Transportasi Darat Indonesia-STTD (PTDI-STTD) membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui website SIPENCATAR mulai 7 Mei 2026 hingga 31 Mei 2026. Dalam seleksi kali ini, calon peserta tidak hanya bisa memilih program studi di PTDI-STTD, tetapi juga di kampus kerja sama seperti Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang dan Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Politeknik-Transportasi-Darat-Indonesia-STTD-34563443.jpg)
Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD (PTDI-STTD) membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui website SIPENCATAR mulai 7 Mei 2026 hingga 31 Mei 2026. Dalam seleksi kali ini, calon peserta tidak hanya bisa memilih program studi di PTDI-STTD, tetapi juga di kampus kerja sama seperti Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang dan Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali.
Tersedia berbagai pilihan jurusan di bidang transportasi darat, logistik, perkeretaapian, hingga pelayaran yang dapat dipilih sesuai minat dan rencana karier peserta. Setiap calon peserta dapat memilih maksimal tiga program studi dari seluruh pilihan yang tersedia di ketiga kampus tersebut. Tahap seleksi meliputi seleksi administrasi, nilai akademik, hingga tes kesehatan dan kebugaran.
Mengutip website resmi PTDI-STTD, informasi lengkap mengenai jadwal, syarat, dan tata cara pendaftaran dapat diakses langsung melalui portal SIPENCATAR. Program ini memberikan kesempatan luas bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan karier di sektor transportasi nasional.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/23ark712w.html
Artikel Terkait
Wabah Ebola Kongo-Uganda Ditetapkan sebagai Darurat
BisnisOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat global pada Minggu (17/5/2026) setelah lonjakan kasus akibat strain virus langka, yaitu virus Bundibugyo. Virus mematikan ini telah merenggut sedikitnya 88 nyawa dan menyebabkan lebih dari 300 kasus suspek di wilayah Pasalnya, wabah kali ini bukan disebabkan oleh strain biasa....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaKisah Arsitek Morowali Kini Jadi Wakil Ketua DPRD
BisnisIhwan Moh Thaiyeb kini menjabat sebagai Wakil Ketua I di Morowali. Anak keenam dari 10 bersaudara itu lahir dan besar di Desa Umbele, Kecamatan Bungku Selatan....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPrakiraan Cuaca Banyumas: 5 Kecamatan Hujan Ringan
BisnisBMKG memprediksi lima kecamatan di Kabupaten Banyumas akan diguyur hujan ringan pada hari ini. Kelima kecamatan tersebut meliputi Gumelar, Pekuncen, Sumbang, Baturraden, dan Kedungbanteng....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Survei CNET: 13 Persen Konsumen Minat Ponsel Lipat
- Sindikat Kampung Narkoba Samarinda Gunakan Sniper dan HT
- Aditya Halindra Bupati Mirip Partai Disorot Mobil Dinas
- Kisah Arsitek Morowali Kini Jadi Wakil Ketua DPRD
- Megawati Hangestri Samar di Deretan Pemain Asing Liga Voli Korea
- Prakiraan Cuaca Sumatra: Hujan Petir Hari Ini
Artikel Terbaru
Harga Tiket MPL Playoff S17 Terjangkau, Final Sold Out
KPK Geledah Kantor Kadinkes Ponorogo, Harta Rp3,9 M Terungkap
Mantan Kasat Narkoba Kubar Jalani Sidang Etik Hari Ini
Kebakaran Mal Manado, Satu Korban Tewas Terjebak
Thalita/Dhinda Raih Kemenangan Perdana Thailand Open 2026
99 Persen Wilayah Terdampak Bencana Bersih Lumpur
Tautan Sahabat
- Curug Cileat Subang longsor, dua wisatawan tewas
- Program MBG Target Kurangi Ketimpangan Nutrisi Desa
- Cuaca Malang dan Batu Besok, Hujan Siang-Malam
- Daun Jambu Mete Disulap Jadi Kain Jutaan Rupiah, Diburu Turis
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Bengkulu dan Jawa Tengah
- Prakiraan Cuaca Cirebon 18 Mei: Siang Cerah, Malam Hujan
- Pendaftaran Calon Ketum PAN Dimulai Jelang Kongres Banten
- 99 Persen Wilayah Terdampak Bencana Bersih Lumpur
- Polwan Digerebek Berduaan, Polda Maluku Selidiki Kasus
- Prakiraan Cuaca Papua Barat: Kaimana dan Fakfak Berawan Tebal