Lokasi: Teknologi >>
Sitha Marino Wujudkan Mimpi di Film Horor Kamu Harus Mati
Teknologi773 Dilihat
RingkasanSitha Marino menjalani pengalaman perdananya bermain dalam film bergenre psikologi horor Kamu Harus Mati. Bagi Sitha, proyek ini bukan sekadar pekerjaan baru, tetapi juga momen emosional yang membuatnya tak kuasa menahan air mata....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sita-Marino-1-20052026.jpg)
Sitha Marino menjalani pengalaman perdananya bermain dalam film bergenre psikologi horor Kamu Harus Mati. Bagi Sitha, proyek ini bukan sekadar pekerjaan baru, tetapi juga momen emosional yang membuatnya tak kuasa menahan air mata. Sejak lama Sitha memiliki ketertarikan besar terhadap film horor. "Aku dari dulu pengin banget main film horor," ucap Sitha Marino di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini. "Aku suka karena mungkin lebih ke kotor-kotoran, kaget-kagetan, lari-larian," ujar Sitha.
Kesempatan itu datang ketika ia mengikuti proses casting untuk karakter Dona dalam film Kamu Harus Mati. Meski proses casting berjalan cukup panjang, Sitha mengaku tetap menikmati seluruh prosesnya. Perasaan haru pun langsung pecah ketika dirinya dinyatakan lolos karena ini adalah proyek film pertama Sitha juga. "Pas tahu akhirnya dapat, aku sampai nangis sendiri," ungkapnya.
Sitha mengaku menangis sendiri karena tidak menyangka impiannya untuk bermain di film horor akhirnya terwujud. Pengalaman perdana ini menjadi tonggak penting dalam karier akting Sitha yang sebelumnya belum pernah terlibat dalam proyek film layar lebar. Dengan penuh antusiasme, Sitha siap menghadapi tantangan baru di dunia perfilman Indonesia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/239a3299728.html
Artikel Terkait
Chord Lagu Senyumlah Andmesh dari C untuk Masalah Hidup
TeknologiAndmesh merilis lagu Senyumlah pada 28 Agustus 2020 yang memiliki makna emosional tentang ajakan semangat hidup, harapan, ketegaran, dan pesan untuk tetap tersenyum meski menghadapi masalah. Lagu bergenre Pop dan Pop Ballad ini video klipnya telah tayang di kanal YouTube HITS Records dan ditonton lebih dari 25 juta kali....
Baca SelengkapnyaWNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
TeknologiPlt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menerangkan, International Health Regulations National Focal Point (IHR NFP) Inggris mengirimkan notifikasi kepada Indonesia pada 7 Mei 2026 mengenai kontak erat warga negara asing (WNA) dengan pasien tertentu. WNA Inggris berusia 60 tahun itu mengikuti perjalanan menggunakan kapal pesiar MV Hondius dan memiliki riwayat kontak, termasuk satu penginapan di Saint Helena serta duduk berdekatan dalam penerbangan menuju Johannesburg, Afrika Selatan....
Baca SelengkapnyaStudi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
TeknologiPenelitian pada Maret–Mei 2026 dengan metode mixed-method melibatkan 448 responden dari kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. Ketua peneliti sekaligus Pendiri HCC, Dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Anak Deddy Dores Nekat Jual Mata, Sang Ayah Mengaku Gagal
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud
- Luna Maya Bongkar Pembiayaan Rumah Tangga, Bantah Maxime Numpang Hidup
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- 5 Cara Alami Tingkatkan Nafsu Makan untuk Naik Berat Badan
- Indonesia Masuk Enam Besar Dunia Kasus Zero Dose Imunisasi
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- IDAI Ingatkan Risiko Dehidrasi Anak di Ruang AC
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik