Lokasi: Pendidikan >>

Emas Stabil, Tembaga Dinobatkan Logam Strategis Masa Depan

Pendidikan9 Dilihat

RingkasanSebagian masyarakat masih menganggap aset fisik seperti emas dan perak sebagai pilihan investasi yang kurang menarik, namun Founder GoldVerium, Edi Hermanto, menyatakan perubahan harga logam mulia selama lebih dari dua dekade justru menunjukkan penurunan daya beli mata uang. Saat pertama kali datang ke Jakarta pada 2001, harga emas dan perak dinilai jauh lebih rendah dibandingkan saat ini, sehingga membuktikan bahwa logam mulia tetap menjadi instrumen investasi yang stabil....

Emas Stabil,<strong></strong> Tembaga Dinobatkan Logam Strategis Masa Depan

Sebagian masyarakat masih menganggap aset fisik seperti emas dan perak sebagai pilihan investasi yang kurang menarik, namun Founder GoldVerium, Edi Hermanto, menyatakan perubahan harga logam mulia selama lebih dari dua dekade justru menunjukkan penurunan daya beli mata uang. Saat pertama kali datang ke Jakarta pada 2001, harga emas dan perak dinilai jauh lebih rendah dibandingkan saat ini, sehingga membuktikan bahwa logam mulia tetap menjadi instrumen investasi yang stabil. Menurut Edi, dalam beberapa tahun terakhir, emas dan perak mampu melampaui pertumbuhan sektor properti.

Edi Hermanto menjelaskan bahwa logam mulia memiliki karakteristik sebagai aset lindung nilai atau safe haven yang banyak dipilih masyarakat ketika terjadi ketidakpastian ekonomi maupun tekanan inflasi. Karena itu, minat masyarakat terhadap investasi berbasis logam mulia dinilai terus meningkat. "Logam tersebut dibutuhkan dalam berbagai sektor, mulai dari industri kabel, kendaraan listrik, hingga panel surya," kata Edi. Di sisi lain, cadangan tembaga global diperkirakan semakin terbatas setelah tahun 2030, kondisi yang dinilai dapat meningkatkan nilai strategis tembaga di masa mendatang.

Sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan, GoldVerium juga tengah mengembangkan aplikasi yang dijadwalkan menjalani tahap uji coba pada akhir Mei dan dirilis sekitar Juni mendatang. Aplikasi tersebut nantinya memungkinkan para mitra mengumpulkan poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah. "Selain itu, platform tersebut juga akan dilengkapi AI Assistant yang dirancang sebagai sarana edukasi investasi logam mulia bagi masyarakat," katanya.

Tags:

Artikel Terkait