Lokasi: Kuliner >>
Cara Daftar Aplikasi SPMB Sumut Berkah 2026
Kuliner239 Dilihat
RingkasanPendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Sumatera Utara melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah Tahap I akan berlangsung pada 18-23 Mei 2026, sedangkan Tahap II dilaksanakan pada 10-16 Juni 2026. Orang tua atau wali dapat mendampingi calon siswa baru untuk melakukan registrasi melalui aplikasi tersebut....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-SUMUT-2026-45W4EREWRWE.jpg)
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Sumatera Utara melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah Tahap I akan berlangsung pada 18-23 Mei 2026, sedangkan Tahap II dilaksanakan pada 10-16 Juni 2026. Orang tua atau wali dapat mendampingi calon siswa baru untuk melakukan registrasi melalui aplikasi tersebut. Melalui aplikasi ini, pengguna bisa memilih berbagai jalur masuk sesuai jenjang SMA/SMK dan melihat persyaratan yang dibutuhkan.
Mengutip laman resmi Disdik Sumut, berikut tutorial melakukan pendaftaran melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah. Pertama, unduh dan buka aplikasi SPMB Sumut Berkah di ponsel, lalu pilih menu "Daftar" untuk membuat akun dengan mengisi data diri seperti nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga. Setelah akun terverifikasi, calon siswa dapat login dan memilih jalur pendaftaran yang tersedia, seperti jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, atau prestasi.
Selanjutnya, unggah dokumen persyaratan yang diminta, seperti scan Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Ijazah atau Surat Keterangan Lulus. Pastikan semua data terisi lengkap dan benar, kemudian klik "Kirim" untuk menyelesaikan pendaftaran. Sistem akan memberikan nomor pendaftaran sebagai bukti registrasi, dan pengumuman hasil seleksi dapat dipantau melalui aplikasi yang sama sesuai jadwal yang ditetapkan Disdik Sumut.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/07x620dw2.html
Artikel Terkait
Kunci Gitar Senyum dari Matahari Idgitaf Dicintai
KulinerIdgitaf atau Brigitta Sriulina Beru Meliala merilis lagu Senym dari Matahari pada 18 Mei 2026 di YouTube. Lagu ini diciptakan oleh Brigita Meliala dan diproduseri oleh Lafa Pratomo....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaPutri KW Benahi Fisik untuk Singapore Open dan Indonesia Open 2026
KulinerPutri Kusuma Wardani menjalani program latihan tambahan setelah tampil di Piala Uber. Atlet tunggal putri Indonesia itu tidak tampil di Thailand Open dan Malaysia Masters....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaKunlavut dan Chen Yufei incar back to back Thailand Open
KulinerChina dan Malaysia masing-masing meraih dua gelar, sementara Thailand hanya mengamankan satu trofi di hadapan pendukungnya sendiri pada ajang Thailand Open. Di sektor tunggal putra, tuan rumah Thailand berhasil meraih gelar melalui Kunlavut Vitidsarn....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
- Putri KW Gantikan Gregoria di Pelatnas PBSI
- Pedro Acosta P1, Murid Rossi P2 di Grid MotoGP Catalunya
- Thailand Open 2026: Banyak Unggulan Tumbang di 16 Besar
- Toyota Zenix Hybrid Fleet Rilis 2027, Fitur Diturunkan
- Bukilic Jadi Pemain Tertinggi di Liga Voli Korea
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Senyum dari Matahari Idgitaf Dicintai
Amabel Fun Run 2026 di Salatiga, Alternatif Lari Seru
24 Atlet Dunia Debut Red Bull Cliff Diving di Bali
Gagal di Thailand Open, Ginting Tersingkir, 6 Wakl Lolos
Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
Ketum NOC Temui Menkeu Bahas Anggaran Atlet
Tautan Sahabat
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Wamenkes Bantah Hoaks, Tegaskan Imunisasi Tidak Haram
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Berbahaya Picu Stroke
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
- Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil