Lokasi: Travel >>

Terdakwa Ibrahim Pejamkan Mata Sebelum Vonis Chromebook

Travel713 Dilihat

RingkasanIbam, mantan Konsultan Teknologi Kemdikbudristek, menjalani sidang penentuan nasib pada Selasa (12/5/2026) siang di ruang pengadilan yang penuh sesak. Mengenakan kemeja batik lengan panjang biru tua, Ibam duduk didampingi istrinya sambil sesekali memejamkan mata dan menggenggam erat buku catatan, menunggu sidang yang tertunda lebih dari 30 menit....

Terdakwa Ibrahim Pejamkan Mata Sebelum Vonis Chromebook

Ibam, mantan Konsultan Teknologi Kemdikbudristek, menjalani sidang penentuan nasib pada Selasa (12/5/2026) siang di ruang pengadilan yang penuh sesak. Mengenakan kemeja batik lengan panjang biru tua, Ibam duduk didampingi istrinya sambil sesekali memejamkan mata dan menggenggam erat buku catatan, menunggu sidang yang tertunda lebih dari 30 menit. Ia berbincang lirih dengan penasihat hukumnya, kontras dengan hiruk-pikuk di belakangnya di mana sekitar 20 bangku kayu panjang telah terisi penuh—setiap bangku dipaksa memuat empat orang.

Pengunjung yang tidak kebagian tempat memilih duduk lesehan di lantai, memenuhi lorong hingga tepat di muka pintu masuk, dengan sebagian besar sengaja mengenakan pakaian putih sebagai simbol dukungan moril untuk Ibam. Di tengah massa, tampak hadir ibunda eks Mendikbudristek Nadiem Makarim, Atika Algadrie, bersama putrinya, Rayya Makarim, menambah suasana emosional dalam persidangan tersebut. Meski dibalut dukungan, dakwaan yang menjerat Ibam sangatlah berat.

Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook ini disebut telah merugikan keuangan negara hingga Rp2,1 triliun, menjadikannya salah satu skandal korupsi terbesar di sektor pendidikan. Sidang yang menentukan nasib Ibam ini terus menjadi sorotan publik, terutama setelah kehadiran keluarga mantan menteri pendidikan tersebut memberikan dimensi baru pada kasus yang mengguncang Kemdikbudristek.

Tags:

Artikel Terkait